INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Pembukaan Rapat Temu Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kota Banjarbaru Tahun 2026 digelar di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (05/03/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru dalam rangka evaluasi mandiri KLA Tahun 2026.
Acara Dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, yang hadir mewakili Wali Kota Lisa.
Rapat Temu Gugus Tugas KLA ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, lembaga vertikal, dunia usaha hingga organisasi masyarakat.
Baca juga: Berbagai Kegiatan Libatkan Partisipasi Warga Warnai Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru
Momentum rapat temu ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan strategis bersama untuk menghadapi proses penilaian KLA tahun 2026.
Seluruh peserta didorong untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Mewujudkan kota layak anak merupakan langkah penting sebagai tolak ukur komitmen suatu daerah dalam sistem pembangunan yang berbasis anak. Upaya dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah,” ucap Kemas.
Dirinya juga membeberkan bahwa Kota Banjarbaru sejak 2018 sudah mendapatkan predikat Kota Layak Anak kategori Pratama.
“Setelah itu, tahun 2019 sampai 2025 naik peringkat menjadi kategori Madya. Dan untuk tahun ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI telah menginformasikan bahwa pelaksanaan evaluasi mandiri kota layak anak telah dimulai pada tanggal 18 Februari sampai dengan 30 April 2026,” katanya.
Ia mengingatkan kembali kepada seluruh pimpinan instansi serta lintas sektor yang terkait dalam tim gugus tugas kota layak anak Kota Banjarbaru, untuk segera mengumpulkan data-data dalam periode 2 tahun terakhir paling lambat 26 Maret 2026.
“Semoga data-data tersebut dapat meningkatkan peringkat Kota Banjarbaru sebagai Kota Layak Anak menjadi Kategori Nindya maupun Utama,” harapnya.





