INTERAKSI.CO, Marabahan — Pernyataan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menuai kontroversi di tengah kondisi Banua yang tengah dilanda bencana banjir.
Muhidin melontarkan candaan terkait langkah antisipasi banjir saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Barito Kuala, Minggu (4/1/2026).
Dalam sambutannya, Muhidin menyinggung cuaca ekstrem yang biasa terjadi pada Januari. Ia kemudian menyampaikan gagasan agar hujan “dipindahkan” dengan memperbanyak kegiatan atau acara, termasuk di kawasan pegunungan, sehingga hujan turun di tempat lain.
“Kalau perlu di gunung-gunung kita acara jua. Jadi pindah hujan aja. Ke luar. Ke lain,” ucap Muhidin seraya menambahkan jika selama sebulan tidak turun hujan, maka kondisi dinilai aman.
Baca juga: Puja Mandela Rilis “Rubrik Bencana”: Balada Satir dan Seruan untuk Kalimantan Selatan
Pernyataan tersebut menuai reaksi dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan, termasuk netizen, menilai candaan itu tidak tepat disampaikan di tengah situasi bencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Meski dianggap bernada bercanda, banyak pihak menilai kepala daerah semestinya menyampaikan solusi konkret dan langkah nyata terkait penanganan serta mitigasi banjir, alih-alih pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik di ruang publik.
Berdasarkan data BPBD Kalsel, jumlah kepala keluarga terdampak mencapai sekitar puluhan ribu keluarga. Selain itu, tercatat 215 fasilitas pendidikan terdampak banjir.
Wilayah terdampak tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota, mulai dari Banjarmasin, Banjar, Balangan, kawasan hulu sungai, Tanah Bumbu hingga Kotabaru. Saat ini, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Banjar dengan jumlah terdampak mencapai 41.196 KK.





