INTERAKSI.CO, Lombok – Kontingen Penggiat Olahraga Rekreasi Airsoft Indonesia (Porgasi) Kalimantan Selatan kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memborong 32 medali dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Prestasi ini sekaligus mempertegas dominan Kalsel sebagai juara umum airsoft nasional selama empat kali berturut-turut.

Ajang bergengsi ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Lombok, dan diikuti ratusan pegiat airsoft dari berbagai provinsi di Indonesia.

Baca juga: Kejurkab Basketball League Tanah Bumbu 2025 Segera Bergulir

Perolehan medali Porgasi Kalsel mencatat hasil gemilang dengan raihan 15 medali emas, 13 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Rincian medali emas terdiri dari 4 emas dari ATAC Kill House oleh Tim Kalsel Alpha, 6 emas dari ATAC Overall oleh Tim Kalsel Alpha, 1 emas dari ATAC Shoot Off oleh M. Rizky Maulana Teguh, 1 emas dari KST Handgun oleh Arya Putra Andika Rahman, 1 emas dari KST Shotgun oleh Marhat, dan 2 emas dari KST Sniper Buddies oleh Tim Wasaka Delta.

Medali perak meliputi 6 perak dari ATAC Overall oleh Tim Kalsel Bravo, 4 perak dari ATAC Kill House oleh Tim Kalsel Charlie, 1 perak dari ATAC Shoot Off oleh Supriadi, 1 perak dari KST Shotgun oleh Bernealdy Febry Susanto, dan 1 perak dari KST Two Gun oleh Iman Firmansyah.

Sementara itu, medali perunggu terdiri dari 1 perunggu dari ATAC Shoot Off oleh Surya Hidayat, 1 perunggu dari KST Rifle oleh Noor Elfa Azima, serta 2 perunggu dari KST Sniper Buddies oleh Tim Wasaka Alpha.

Ketua Umum Porgasi Kalsel H. M. Syaripuddin mengapresiasi perjuangan kontingen yang kembali mencetak sejarah.

“Alhamdulillah, Porgasi Kalsel mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya. Semoga ini menjadi semangat bersama untuk terus mengembangkan olahraga airsoft di Banua,” ujarnya.

Salah satu pegiat, Rahmatul Irfan, mengungkapkan bahwa awalnya KORMI Kalsel hanya menargetkan 10 medali emas.

Namun, berkat latihan intensif dan semangat tinggi, mereka berhasil melewati target tersebut dan mengungguli daerah pesaing seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Persiapan kami matang, para pegiat bahkan bisa latihan hingga lima kali seminggu,” kata Irfan.

Author