INTERAKSI.CO, Magelang – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk melakukan investasi besar-besaran dalam pembangunan pusat pengolahan (refinery) yang mampu mengubah kelapa sawit hingga minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat (avtur).

Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik, termasuk dari limbah minyak goreng.

“Sekarang avtur bisa dari kelapa sawit, bahkan dari jelantah. Ini peluang besar yang akan kita kembangkan,” ujarnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera membangun sejumlah fasilitas pengolahan untuk mendukung produksi avtur berbasis bahan baku lokal tersebut.

Selain sektor energi, Prabowo juga menyoroti perkembangan industri kendaraan listrik nasional. Ia menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan listrik secara massal dalam beberapa tahun ke depan.

Target tersebut mencakup produksi bus, truk, hingga mobil sedan listrik yang direncanakan mulai diproduksi secara besar-besaran pada 2028.

Prabowo juga mengapresiasi capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik produksi VKTR yang saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.

Ia menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga 60 persen dalam dua tahun ke depan, dan bahkan mencapai 80 persen dalam jangka waktu berikutnya.

“Ini menunjukkan kemampuan industri dalam negeri kita semakin kuat dan membanggakan,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong kemandirian energi sekaligus memperkuat industri nasional berbasis teknologi ramah lingkungan.

Author