Oleh: Noorhalis Majid

Kalau ada orang yang tidak terlalu suka namanya menonjol, lebih happy berada di balik layar. Fokus mengatur strategi, mengkonsolidasikan potensi dan jaringan, asyik menata dan membagi peran-peran, dan dia sendiri tetap berada di belakang layar, maka itulah bang Izul.

Nama lengkapnya H. Zulkipli A.R., SE., M.A.P. Jangan tanya dia aktif di mana, karena hampir semua organisasi, semua bidang dan isu yang sedang menjadi pergumulan di tempatnya, selalu saja ada keterlibatannya.

Jangan cari nama, jejak rekam atau riwayat sepak terjangnya di media sosial, apalagi di AI, pasti tidak ketemu. Sebab dia tidak mau menonjolkan diri. Dia lebih banyak berada di belakang – di balik layar, dan mempersilahkan kawan-kawannya berada di atas panggung menerima tepuk tangan.

Pernah satu periode dia mau menjadi anggota DPRD Kabupaten Kotabaru, tapi setelah itu tidak bersedia lagi mencalonkan diri, padahal dia sendiri Ketua DPC PDIP Kabupaten Kotabaru, bahkan termasuk kader senior di PDIP Kalimantan Selatan, yang memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri di wilayah mana saja yang dia mau. “Aku handak meurus partai aja, silahkan kekawanan becalon”, demikian dia mempersilahkan kawan-kawannya yang lebih muda, mencalonkan diri.

Bahkan setiap kali ada periodesasi pergantian kepengurusan DPC PDI Perjuangan, kawan-kawannya selalu menunjuk dia sebagai ketua. Tidak ada yang mau mencalonkan diri, apalagi mencoba berkompetisi. “Bang Izul kada usah diganti, kecuali sidin meninggal”, demikian secara aklamasi disuarakan oleh semua kawan-kawannya. Menggambarkan kepercayaan, komitmen, dedikasi dan penghormatan kepada sosok Bang Izul, yang full mengerahkan segenap waktu dan tenaga untuk PDI Perjuangan.

Bukan hanya di partai politik, Bang Izul juga aktif merintis lembaga pendidikan. Bersama kawan-kawannya yang juga pendidik, membangun lembaga pendidikan. Hanya dengan lembaga pendidikan, maka generasi muda dapat ditolong menjemput masa depannya. Dia sendiri lantas juga menjadi dosen, mengajarkan pengetahuan dan pengalaman lapangan yang dimiliki kepada mahasiswanya.

Di bidang olahraga, jangan ditanya. Dia sangat konsen dan memberi perhatian besar. Bahkan sebagian waktu dan tenaga, dikerahkan untuk membantu kemajuan KONI dan olahraga di Kabupaten Kotabaru. Ia turut membesarkan sejumlah cabang olahraga, dan berjibaku meloby ke berbagai pihak, agar turut berpartisipasi memberikan perhatian pada olahraga.

Di bidang kemasyarakatan, dia sangat aktif. Segala macam organisasi, pergerakan sosial dan upaya serta gagasan positif dalam rangka membangun daerahnya, selalu ikut serta dan terlibat membidaninya.

Bang Izul tidak sungkan bergaul dengan anak-anak muda. Keberadaanya justru menjadi pendukung dan penyemangat kawan-kawannya yang lebih muda.

Kemaren siang, 9 Maret 2026, adik kami di Kotabaru yang menjadi kawan akrabnya bercerita. “Biasanya bulan puasa ini bang Izul sudah bangun dan beraktivitas sekitar pukul 10.00. Namun sudah pukul 10.00 tidak juga ada tanda-tanda bangun. Setelah diperiksa, ternyata dia sudah pergi untuk selamanya. Tidak ada yang tahu kapan dia meninggal. Mungkin subuh, atau selepas sahur. Padahal beberapa waktu ini, kami rapat dalam berbagai soal dengan beliau dan kondisinya baik-baik saja, walau ada haritan jantung yang sudah cukup lama”, kata adik kami bercerita dengan nada sedih melalui telpon.

Bang Izul, sosok di balik layar tersebut pergi untuk selamanya. Dia pergi tidak merepotkan banyak orang, bahkan tidak perlu memberi tahu. Dia pergi dalam sunyi, ketika sendiri. Sulit mencari sosok seperti beliau. Seorang yang mampu memberikan perhatian pada banyak hal, terutama pendidikan, olahraga, politik, sosial kemasyarakatan. Memiliki dedikasi, jiwa pengabdian dan kerelawanan yang tinggi pada bebagai bidang. Walau namanya tidak banyak disebut, namun semua kawan mengetahui, kiprah dan jasanya sangat besar. Termasuk mendorong, mengorbitkan para kader dan kawan-kawan muda, menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan.

Author