INTERAKSI.CO, Batulicin – Pocong keliling bikin masyarakat resah. Terbaru, pelaku kriminal yang menyamar menjadi pocong itu beraksi di Tangerang Selatan.

Sejumlah warga Tanah Bumbu mulai ikut menyoroti kabar ini. Mereka khawatir aksi pocong juga terjadi di Bumi Bersujud.

“Mengkhawatirkan banget. Semoga nggak ada di Tanah Bumbu,” kata Eka, warga Pal 6 Simpang Empat, Kamis (28/5/2026).

Eka merasa khawatir karena sering pulang kerja pada malam hari. Ia pun berharap aparat kepolisian bisa mengantisipasi teror tersebut dan memberikan rasa aman untuk masyarakat.

Hal senada disampaikan Arif. Ia juga mulai khawatir dengan aksi pocong itu. “Kita perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata warga Perumahan Datar Laga itu.

Menanggapi keresahan itu, Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu, AKP M. Taufan Maulana, menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap setiap isu yang berkembang.

“Sejauh ini kami belum mendapat informasi dan laporan dari masyarakat perihal itu. Namun, kami tetap lakukan pemantauan terhadap informasi tersebut,” ujar AKP M. Taufan Maulana kepada interaksidotco, Kamis (28/5/2026).

Sebagai langkah antisipasi, jajaran Polres Tanah Bumbu bersama Polsek setempat terus meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan, serta mengoptimalkan kegiatan preventif di lingkungan permukiman.

Ia mengimbau agar warga Kabupaten Tanah Bumbu tetap tenang, tidak mudah percaya, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat memicu keresahan yang tidak perlu.

Di samping itu, ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri dengan memastikan keamanan rumah masing-masing.

Masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau memanfaatkan layanan Call Center 110 jika menemukan hal yang mencurigakan atau mengalami gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Pada prinsipnya, setiap tindak pidana akan kami proses sesuai hukum yang berlaku, dan kami berharap masyarakat tidak panik namun tetap waspada,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela

Author