INTERAKSI.CO, Batulicin – Bagi Mardiasah (52), warga Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, pendidikan bagi anak-anaknya adalah perjuangan yang harus dipikul di tengah keterbatasan ekonomi.
Berprofesi sebagai tenaga kebersihan sekolah dengan suami yang masih menjalani pemulihan akibat stroke, ia harus memutar otak untuk menghidupi lima anaknya.
Pengeluaran harian menjadi beban nyata yang harus diperhitungkan Mardiasah saban hari. Untuk uang saku satu anaknya saja, ia harus mengeluarkan sedikitnya Rp30 ribu per hari, belum termasuk kebutuhan sekolah lainnya.
Baca juga: Berhadiah Rp242 Juta, Buruan Amankan Slot Tanbu BerAksi Run 2026!
Karena itu, ketika anaknya, Aditya Rehan Al-Ghazali, diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu, rasa syukur tak hentinya mengalir.
“Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah, Sabtu (15/8/2026).
Aditya merupakan alumni SMPN 1 Pagatan yang kini duduk di kelas 1 SMA pada fasilitas pendidikan berkonsep asrama tersebut. Di sana, seluruh kebutuhan pendidikan hingga penunjang hidup harian telah ditanggung penuh oleh program pemerintah daerah.
Keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi angin segar bagi keluarga rentan seperti Mardiasah.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang meresmikan sekolah tersebut menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memotong rantai kemiskinan sekaligus meringankan beban orang tua.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, ada 270 keluarga yang tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” terang Andi Rudi Latif.
Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, sebanyak 270 siswa dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2 dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu telah terakomodasi.
Pada hari pertama masuk, para siswa mengikuti orientasi lingkungan serta penapisan (screening) kesehatan sebelum resmi menghuni asrama sekolah.
Bagi Mardiasah, kini tumpuan harapan masa depan keluarga berada di pundak Aditya. Ia berharap sang anak dapat menimba ilmu dengan sungguh-sungguh demi mengubah nasib keluarga di masa mendatang.





