INTERAKSI.CO, Jakarta – Pembangunan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah rampung. Setelah proses konstruksi selesai, tahap selanjutnya adalah pengadaan dan pemasangan perabot atau furnitur di dalam kawasan istana.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengatakan proses pengisian furnitur saat ini sedang dipersiapkan.
“Tinggal ngisi furniture-nya, sekarang lagi sedang ditender,” kata Basuki, dikutip dari detikFinance, Sabtu (15/8/2026).
Baca juga: Banteng Muda Indonesia Gelar Lomba Cipta Jingle Berhadiah Total Jutaan Rupiah
Rampungnya pembangunan tersebut juga membuka peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mulai menjalankan aktivitas kedinasan dari IKN.
Basuki mengatakan Gibran direncanakan mulai berkantor di Nusantara pada tahun ini, meski belum menjelaskan secara rinci waktu kepindahan maupun jadwal resmi Wakil Presiden mulai berkantor secara rutin.
“InsyaAllah tahun ini, insyaAllah tahun ini karena sudah beberapa stafnya di sini,” ujar Basuki.
Sejumlah staf dari Sekretariat Wakil Presiden disebut telah lebih dahulu menjalankan aktivitas kerja di kawasan IKN.
Selain kabar rampungnya pembangunan, kawasan Istana Wakil Presiden di IKN juga dibuka untuk masyarakat dalam rangka momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembukaan untuk umum berlangsung mulai Sabtu, 15 Agustus hingga Senin, 17 Agustus 2026.
Basuki mengatakan kebijakan tersebut dilakukan atas permintaan Wakil Presiden, mengingat tingginya jumlah masyarakat yang datang dan ingin melihat perkembangan pembangunan di IKN.
“Mulai hari ini kita sesuai dengan permintaan Bapak Wapres supaya karena ini banyak pengunjung, kita buka,” ungkapnya.
Istana Wakil Presiden di IKN dibangun di atas kawasan perbukitan dengan luas lahan sekitar 14,8 hektare.
Kawasan tersebut tidak hanya terdiri atas bangunan utama Istana Wakil Presiden, tetapi juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung.
Di antaranya Kediaman Wakil Presiden, mess Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres, area parkir, bangunan penunjang, hingga pendopo.
Pembangunan Istana Wakil Presiden dimulai pada 2024. Proyek pembangunan tahap pertama dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Nilai pembangunan Istana Wapres di IKN mencapai sekitar Rp1,457 triliun.
Bangunan tersebut mengusung konsep “Huma Betang Umai” atau dalam bahasa Dayak diartikan sebagai “Rumah Panjang Ibu”.
Konsep tersebut mengandung filosofi sosok ibu sebagai pengayom, pelindung, pemberi, dan pemelihara. Makna tersebut juga dikaitkan dengan konsep Ibu Kota dan Ibu Pertiwi.
Dengan selesainya pembangunan fisik Istana Wakil Presiden, IKN kini memasuki tahap berikutnya, yakni penyelesaian interior dan pengisian fasilitas pendukung sebelum kawasan tersebut digunakan secara penuh untuk aktivitas pemerintahan.





