INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Kementerian Kebudayaan mengapresiasi langkah komunitas Arkalitera yang mengangkat tema sastra dan perjuangan dalam Arkais Festival 2026 di Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin.
Apresiasi tersebut disampaikan Tim Kerja Program Penguatan Komunitas Sastra Kementerian Kebudayaan RI, Willy Fahmy Agiska, saat pembukaan Arkais Festival, Senin (28/9/2026).
Menurut Willy, pengangkatan tokoh lokal melalui karya dan kegiatan sastra menjadi salah satu upaya penting agar kiprah para pejuang di daerah dapat lebih dikenal masyarakat.
“Ke depan kita ingin tokoh-tokoh lokal yang berjuang dalam sastra supaya lebih dikenal,” ujar Willy.
Ia menjelaskan, Arkalitera merupakan salah satu komunitas sastra di Indonesia yang mendapatkan Program Penguatan Komunitas Sastra dari Kementerian Kebudayaan.
Arkalitera dipilih karena dinilai memiliki konsistensi serta tujuan yang kuat dalam mengembangkan ekosistem sastra, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Penghargaan untuk mereka. Bangga, anak-anak muda memiliki semangat tinggi untuk menumbuhkan ekosistem sastra di Kalimantan Selatan,” katanya.
Angkat Sosok Pejuang Sekaligus Sastrawan
Dalam Arkais Festival 2026, Arkalitera secara khusus mengangkat tema “Mardahika, 1945-1950: Merawat Ingatan, Menulis Kepahlawanan”.
Tema tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap Mas Husaini Maratus, sosok pejuang sekaligus sastrawan asal Amuntai, Hulu Sungai Utara.
Ketua Pelaksana Arkais Festival Lorensius mengatakan, Mas Husaini Maratus memiliki perjalanan perjuangan yang tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik, tetapi kemudian dilanjutkan melalui sastra.
“Beliau pernah berjuang di Divisi IV ALRI di bawah komando Hasan Basri. Ketika perjuangan fisik usai, beliau memutuskan meneruskan perjuangan di bidang sastra,” kata Lorensius.
Melalui festival tersebut, Arkalitera ingin memperkenalkan kembali kiprah dan karya Mas Husaini Maratus kepada generasi muda sekaligus menjadikan sastra sebagai ruang untuk merawat ingatan sejarah.
Sastra Dinilai Penting bagi Generasi Muda
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Kencana Wati turut mengapresiasi pelaksanaan Arkais Festival.
Menurutnya, kegiatan yang digagas Arkalitera merupakan bentuk kerja nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Banua melalui sastra dan literasi.
“Sastra itu penting untuk kepribadian, jiwa kita,” ujarnya.
Kencana juga menyampaikan terima kasih kepada sekolah dan perguruan tinggi yang memberikan izin kepada pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti rangkaian Arkais Festival.
Dukungan tersebut dinilai penting karena kegiatan festival tidak hanya menghadirkan diskusi sastra, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para pelaku sastra.
Tiga Hari Diisi Diskusi dan Pelatihan
Arkais Festival 2026 berlangsung selama tiga hari, 28-30 September 2026, dengan berbagai kegiatan seperti diskusi sastra, pelatihan cerpen, dan pelatihan esai.
Sejumlah sastrawan dan penulis turut menjadi narasumber, di antaranya Sandi Firly, Dadang Ari Murtono, Micky Hidayat, dan Ali Samsudin Arsi.
Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Nina Sri Savarina, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Ia tertarik karena festival tidak hanya menghadirkan pelatihan menulis cerpen, tetapi juga memberikan kesempatan belajar menulis esai langsung dari para pelaku sastra.
“Kapan lagi bisa berguru langsung dari para ahlinya? Sudah gratis, dapat buku sastra pula dari panitia,” ujarnya.
Nina menilai materi diskusi yang menghadirkan pelaku sastra, termasuk mereka yang mengenal perjalanan Mas Husaini Maratus, memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara sastra, sejarah, dan perjuangan.
Perkuat Ekosistem Sastra
Program penguatan komunitas sastra merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem sastra di berbagai daerah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menyampaikan bahwa komunitas sastra memiliki peran penting sebagai penggerak ekosistem sastra, penghubung karya dengan pembaca, ruang lahirnya penulis muda, sekaligus tempat berkembangnya berbagai wacana sastra.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendorong komunitas sastra di berbagai daerah agar terus tumbuh dan berkembang mengikuti perubahan zaman.
Dengan dukungan tersebut, sastra diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pemajuan kebudayaan sekaligus sarana untuk meningkatkan literasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.





