INTERAKSI.CO, Banjarmasin — Kelompok musik etnik kontemporer asal Kalimantan Selatan, Akaracita, merilis single terbaru berjudul “Timang” pada 9 Oktober 2026.

Karya ini mengangkat praktik timang dalam kebudayaan Banjar, sebuah laku menyayangi anak melalui praktik menidurkan anak dengan cara menggendong dan/atau mengayun yang menyimpan kehangatan, ritme, serta ikatan batin antara ibu dan anak.

“Timang” berangkat dari nyanyian uma atau ibu ketika menidurkan anaknya. Nyanyian tersebut bukan sekadar rangkaian melodi untuk mengantarkan anak menuju tidur, melainkan tradisi lisan yang memuat doa dan harapan tentang keselamatan, pertumbuhan, serta masa depan sang anak.

Struktur bahasa yang positif, repetisi melodi, dan intonasi suara menjadi bagian dari cara kasih sayang diwariskan melalui pengalaman keseharian.

Bagi Akaracita, timang merupakan peristiwa musikal sekaligus spiritual. Gerak ayunan tubuh dan pengulangan bunyi menghadirkan ruang penenangan, sementara kata-kata yang dilantunkan menjadi harapan yang terus diucapkan dengan penuh kesadaran.

Praktik sederhana tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Banjar menanamkan nilai, perlindungan, dan cinta sejak awal kehidupan manusia.

Didirikan pada 2016, Akaracita merupakan kelompok musik etnik kontemporer yang berakar pada pengetahuan musikal Gamalan Banjar. Kelompok ini mengembangkan struktur ritmis, karakter bunyi, dan berbagai kemungkinan musikal tradisi Banjar melalui pendekatan eksperimental dan komposisi kontemporer.

Tradisi diperlakukan sebagai pengetahuan yang terus bergerak, bukan peninggalan yang berhenti pada bentuk masa lalu.

Single “Timang” merupakan bagian dari album Mamang; Words and Wonder, sebuah proyek artistik yang mempertemukan kata dan bunyi, tradisi dan eksperimen, serta kepercayaan dan pencarian artistik. Album ini mengajak pendengar merasakan kembali hubungan manusia dengan dirinya, alam, dan kebudayaan yang membentuk kehidupannya.

Melalui “Timang”, Akaracita menghadirkan kembali sebuah pengalaman yang mungkin akrab bagi banyak keluarga; secara khusus keluarga Banjar dan dalam pengertian keluarga yang lebih luas, tetapi menyimpan kedalaman makna yang kerap luput dari perhatian.

Sebuah nyanyian sederhana yang memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak hanya diwariskan melalui upacara atau pertunjukan, tetapi juga melalui suara seorang ibu yang menemani anaknya tumbuh.

“Timang” tersedia mulai 9 Oktober 2026 melalui kanal musik digital Akaracita.

Author