INTERAKSI.CO, Batulicin – Almarhum penyair M. Johansyah menerima penghargaan sebagai sastrawan yang dianggap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Penghargaan diserahkan oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, kepada ahli waris almarhum, Saniati, pada momen Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (17/8/2026).

​Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas rekam jejak dan konsistensi almarhum M. Johansyah dalam mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni dan sastra di Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan.

​Lahir di kota minyak Murung Pudak, Tabalong, pada 13 September 1963, Johansyah sempat hijrah ke Pulau Bunyu, Kalimantan Timur, pada tahun 1972 mengikuti sang ayah yang bertugas di Pertamina UEP IV. Usai menamatkan pendidikan SMA di Balikpapan, bakat keaktorannya kian terasa saat aktif bersama Sanggar Pemuda Kota Minyak pada 1982 dengan menekuni seni teater, lukis, hingga pahat.

M. Johansyah
M. Johansyah. Foto: Istimewa

Perjalanan kesenian M. Johansyah makin matang saat bergabung dengan kelompok teater Poska La Bastari Kandangan pada tahun 1986 sekaligus menunjukkan andilnya dalam dunia seni pertunjukan di Kalimantan Selatan. Penampilannya di Taman Budaya Banjarmasin kala itu menjadi salah satu bukti nyata bakatnya di bidang teater.

​Meskipun almarhum telah berpulang pada Juni 2021 setelah menderita sakit, warisan dan dedikasi panjang yang ditinggalkannya terus dikenang.

Rekam jejak tersebut meninggalkan kesan yang mendalam, tidak hanya berupa karya-karya seni, tetapi juga kenangan berharga bagi para junior dan seniman muda di Tanah Bumbu.

​Jurnalis sekaligus musisi Puja Mandela mengenang almarhum M. Johansyah sebagai sosok senior yang memiliki tempat tersendiri di hati para seniman muda berkat bimbingan dan apresiasinya yang tinggi terhadap generasi penerus seni daerah.

​”Beliau adalah tokoh panutan generasi muda, orang tua yang sangat apresiatif kepada siapa saja, termasuk anak-anak muda yang berkarya. Sudah selayaknya beliau mendapat penghargaan ini,” ungkap Puja Mandela.

​Selain almarhum M. Johansyah, Pemkab Tanah Bumbu pada kesempatan yang sama juga menyerahkan penghargaan kebudayaan kepada Andi Satria Jaya (pelestari cagar budaya), Yulian Fahmi (musik tradisional), serta dua sastrawan daerah lainnya, Lukmanul Hakim dan Nor Wapa.

Author