INTERAKSI.CO, Batulicin – Anggota DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, mengimbau para orang tua dan tenaga pendidik untuk memberikan pendidikan literasi digital kepada anak-anak sejak dini.
Menurutnya, pemahaman ini penting agar generasi muda tidak terburu-buru memviralkan suatu kejadian di media sosial tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Abdul Rahim menyampaikan bahwa kebiasaan membagikan foto, video, atau cerita secara spontan dapat menimbulkan masalah baru, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gawai. Mereka bisa merekam apa saja lalu mengunggahnya dengan mudah. Padahal tidak semua hal layak untuk dipublikasikan,” ujarnya.
Baca juga: Anggota DPRD Tanah Bumbu, Said Ismail, Serap Aspirasi Warga Sarigadung
Ia menekankan bahwa anak-anak perlu dibiasakan untuk memeriksa kebenaran informasi, mempertimbangkan dampak, serta menilai manfaat sebelum membagikan sesuatu di dunia digital. Jika salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi, maka informasi itu sebaiknya tidak disebarkan.
Sebagai contoh, Abdul Rahim menyoroti kejadian yang sempat viral beberapa waktu lalu, yakni keluhan seorang penumpang bernama Anita Dewi yang mengaku kehilangan tumbler berlogo Kopi Tuku saat berada di Commuter Line.
Keluhan tersebut awalnya diunggah di media sosial dan dengan cepat menyebar, memancing beragam komentar serta spekulasi publik.
Menurut Abdul Rahim, insiden kecil seperti kehilangan barang tidak selalu perlu diviralkan.
“Sebaiknya dilaporkan kepada petugas atau pihak berwenang. Ketika langsung diposting, sering kali muncul kesalahpahaman, bahkan bisa melukai perasaan banyak orang,” tegasnya.
Anita kemudian menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa kejadian tersebut memberikan pelajaran berharga baginya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Abdul Rahim juga menegaskan pentingnya mengajarkan perbedaan antara melapor dan menyebarkan informasi kepada anak-anak.
“Jika melihat kejadian penting, langkah yang benar adalah melapor kepada orang dewasa, guru, atau petugas yang bertanggung jawab, bukan langsung mengunggah ke media sosial,” tambahnya.
Ia berharap edukasi digital dapat diterapkan secara konsisten di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dengan demikian, anak-anak di Tanah Bumbu dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak, berempati, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.





