INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui Program Penanggulangan Banjir 2026 yang dirancang secara terpadu, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Program ini menjadi langkah strategis dalam merespons meningkatnya risiko banjir yang berdampak langsung terhadap masyarakat, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi daerah.

Program tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penanganan darurat bencana, penguatan sistem data kebencanaan, mitigasi berbasis masyarakat, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, hingga pengelolaan lingkungan dan tata ruang dari hulu ke hilir.

Pendekatan ini menandai perubahan paradigma penanganan banjir yang tidak lagi bersifat reaktif, melainkan dirancang secara sistematis dan jangka panjang.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai langkah Pemerintahe Provinsi sudah berada di jalur yang tepat dengan menjadikan penanganan banjir sebagai agenda strategis lintas sektor.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi yang mulai menempatkan penanganan banjir sebagai program prioritas, bukan sekadar penanganan darurat tahunan,” ujar Bang Dhin dalam press rilisnya.

Baca juga: Gubernur Muhidin Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Banjir di Kabupaten Banjar

Menurut Bang Dhin, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga masyarakat.

Ia menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan masyarakat, integrasi data kebencanaan, serta pembangunan infrastruktur yang selaras dengan tata ruang dan kelestarian lingkungan.

“Penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penegakan tata ruang dan perlindungan lingkungan. Jika ini konsisten dilakukan, dampak banjir bisa ditekan secara signifikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan anggaran dan konsistensi pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan program. Tanpa pengawasan yang ketat, program yang telah dirancang dengan baik berpotensi tidak berjalan optimal.

Bang Dhin berharap Program Penanggulangan Banjir 2026 dapat diimplementasikan secara terukur dan berkelanjutan, sehingga mampu mengurangi risiko banjir dalam jangka panjang serta melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Author