INTERAKSI.CO, Batulicin – Di akhir masa jabatannya sebagai Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Tanah Bumbu, H. Muhammad Syaid, ingin memberikan kenangan yang berkesan bagi ratusan anggotanya.
Pada Hari Ulang Tahun ke-80 PAFI yang berlangsung di Pantai Jo, Pagatan, Sabtu, 4 Juli 2026, H. Syaid membuat acara semakin semarak dengan menghadirkan grup musik Pentalima, duo MC Radio Swara Bersujud, Alya dan Rizky, senam bersama Tyas, serta berbagai permainan yang melibatkan para peserta.
“Saya ingin di akhir masa jabatan ini menjadi lebih berkesan untuk teman-teman anggota PAFI Tanah Bumbu,” kata H. M. Syaid.
Baca juga: Fraksi PDI Perjuangan Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan Sejumlah Catatan
H. M. Syaid yang menyukai seni dan olahraga itu telah memimpin PAFI Tanah Bumbu sejak November 2016. Selama kepemimpinannya, organisasi tersebut aktif melakukan pembinaan internal dan menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepemimpinan itu meninggalkan kesan tersendiri bagi para anggota. Irfan, misalnya, yang baru pindah dari Kabupaten Banjar, mengaku dibantu H. M. Syaid mengurus berbagai keperluan perizinan sekaligus merasa diterima sebagai bagian dari organisasi.
“Saya sebagai orang baru pindahan dari Kabupaten Banjar, melalui H. Syaid saya dibantu mengurus berbagai keperluan perizinan dan diterima dengan baik di PAFI Tanah Bumbu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Isnanto. Menurutnya, suasana kebersamaan yang dibangun selama ini membuat PAFI Tanah Bumbu terasa seperti keluarga sendiri.
“Suasana keakraban sudah seperti keluarga sendiri,” katanya.
Sementara itu, Deni berharap H. M. Syaid tetap melanjutkan kepemimpinannya.
“Jangan mundur, Ketua. Kami tetap ingin pian melanjutkan,” ucapnya.
Dalam sambutannya, H. M. Syaid mengenang momen saat dilantik di Hotel Putri Duyung Pagatan sekitar 10 tahun lalu. Ia mengingat berbagai persoalan yang pernah dihadapi anggota dan menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya.
“Saya masih mengingat ketika ada kawan-kawan yang menghubungi saya karena hak-haknya belum diberikan. Ada yang gajinya belum dibayar. Ada yang honor sebagai penanggung jawab toko obat berbulan-bulan belum diterima. Ada yang takut menyampaikan pendapat kepada atasannya.
Semampu yang saya bisa, saya datang.
Saya berdiskusi,” terangnya.
Menurutnya, kebersamaan bersama anggota PAFI Tanah Bumbu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Menjelang berakhirnya masa jabatan periode kedua, H. M. Syaid memutuskan tidak kembali mencalonkan diri. Ia pun menitipkan pesan kepada seluruh anggota.
“Kini saatnya estafet perjuangan diteruskan oleh kader terbaik berikutnya. Saya hanya menitipkan pesan: Pilihlah ketua yang mudah dihubungi, yang mau mendengar, yang berani memperjuangkan anggotanya, yang mengutamakan organisasi di atas kepentingan pribadi. Karena jabatan akan berakhir. Tetapi pengabdian akan selalu dikenang,” katanya, disambut haru ratusan anggota PAFI Tanah Bumbu.
Usai momen yang mengharukan itu, suasana HUT ke-80 PAFI kembali semarak dengan penampilan Pentalima yang membawakan lagu-lagu Dewa 19 dan Ari Lasso hingga tengah malam.
Keesokan paginya, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama Tyas dan foto bersama seluruh anggota PAFI Tanah Bumbu.





