INTERAKSI.CO, Banjarbaru — Kabut asap di Banjarbaru mengganggu dua belas aktivitas penerbangan keberangkatan dan kedatangan di bandara Syamsudin Noor, Rabu (19/08/2026).

Hal itu dikarenakan jarak pandang di kawasan landasan pacu yang sempat turun hingga 400 meter. Adapun pesawat yang mengalami keterlambatan atau delay terdiri atas delapan keberangkatan dan empat kedatangan.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stefhanus, mengatakan kondisi jarak pandang tersebut membuat pesawat tidak memungkinkan untuk melakukan lepas landas maupun pendaratan.

“Perlu diketahui visibility atau jarak pandang tadi turun hingga angka 400 meter, sehingga kami ada delapan departure pesawat yang terdampak, dan empat arrival yang terdampak. Sehingga total ada 12 penerbangan yang terdampak akibat dari adanya kabut asap di Bandara Syamsudin Noor ini,” kata Stefhanus.

Baca juga: Dari Lapangan Basket ke Istana Merdeka, Perjalanan Harya Mengerek Merah Putih untuk Indonesia

Empat penerbangan yang mengalami keterlambatan kedatangan yakni QG 484 rute Surabaya-Banjarmasin, QG 1492 rute Balikpapan-Banjarmasin, IU 628 rute Jakarta-Banjarmasin, dan IW 1395 rute Balikpapan-Banjarmasin.

Sementara itu, delapan penerbangan keberangkatan yang terdampak meliputi QG 483 rute Banjarmasin-Jakarta, IU 639 rute Banjarmasin-Jakarta, IW 1394 rute Banjarmasin-Balikpapan, JT 315 rute Banjarmasin-Surabaya, JT 543 rute Banjarmasin-Semarang, IW 1481 rute Banjarmasin-Samarinda, QG 485 rute Banjarmasin-Surabaya, serta QG 1493 rute Banjarmasin-Balikpapan.

Meski sempat terganggu. Stefhanus mengatakan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor berangsur normal setelah kabut asap mulai berkurang.

“Sekitar pukul setengah 9 ketika matahari terang, kabut asap sudah mulai berkurang,” ujarnya.

Pihak bandara juga memberikan perhatian kepada penumpang yang berada di terminal dengan membagikan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.

“Kami mengupayakan untuk melakukan penyedotan asap dengan blower dari dari gedung terminal,” kata Stefhanus.

Ia mengimbau calon penumpang yang hendak bepergian melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor agar datang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan operasional.

Ia juga menyarankan penumpang menerapkan pola waktu tiga jam sebelum penerbangan sudah berangkat menuju bandara, dua jam sebelum keberangkatan sudah melakukan check-in, dan satu jam sebelum terbang sudah berada di area boarding pass.

Sementara itu, kabut asap tebal itu juga berdampak pada sebagian aktivitas warga sekitar. Amah misalnya, warga Kelurahan Syamsudin Noor itu mengatakan jika ia kesiangan belanja keperluan warungnya ke Pasar Landasan Ulin krna menunggu kabut asap menipis.

“Pagi tadi kabut asap tebal benar, jarak pandang pendek. biasa berangkat jam 7 pagi ke Pasar tapi ga jadi karena takut berkendara di jalan. Akhirnya jam 9 ke Pasar, karena sudah mulai tipis kabutnya. Tapi habis sudah keperluan yang ku cari untuk jualan, kaya tahu pong, sama kulit pangsit. Jadi hari ini ga jual itu dulu,” ungkap penjual pentol itu.

Ada juga Rahman, warga Landasan Ulin Utara yang mengaku memilih meliburkan anaknya yang bersekolah TK karena kabut asap.

“Harusnya diantar pagi tadi, tapi di rumah saya itu kabut asapnya tebal sekali. Kasihan anak kalau diantar ke sekolah, pasti di sekolahnya juga kena asap. Daripada nanti anak sakit, mending libur sehari,” tukasnya.

Sebagai informasi, Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini, mengatakan wilayah yang paling parah terdampak karhutla adalah kecamatan Landasan Ulin. 

Di wilayah ini tercatat 66 kali kejadian dengan luasan lahan yang hangus mencapai 417 hektare.

Disusul kecamatan Cempaka sebanyak 51 kali kejadian karhutla dan menghanguskan 142 hektare lahan.

Diikuti Kecamatan Lianganggang dengan lahan yang terbakar sudah mencapai 309 hektare meski kejadian kebakaran lebih sedikit dari Kecamatan Cempaka yakni 20 kali kejadian.

Sementara itu, wilayah Banjarbaru Utara telah terjadi sebanyak 14 kali karhutla dengan luasan 71 hektare. Dan paling sedikit di Banjarbaru Selatan yaitu 11 kali dengan luasan lahan yang hangus sekitar 5 hektare lebih.

Author