INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Kalimantan Selatan masih menghadapi kekurangan 1.140 guru pada jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Kondisi tersebut terungkap dalam rapat Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan data Disdikbud Kalsel, kebutuhan guru di seluruh SMA, SMK, dan SLB mencapai 9.178 orang. Namun, jumlah tenaga pendidik yang tersedia saat ini baru 8.038 orang.
Kekurangan terbesar terjadi di jenjang SMK yang masih membutuhkan 520 guru. Selanjutnya, SLB kekurangan 408 guru, sedangkan SMA masih memerlukan tambahan 212 guru.
Baca juga: Dosen FMIPA ULM Apresiasi Pelatihan Penulisan Buku Berbantuan AI
Jika dilihat berdasarkan mata pelajaran, kebutuhan terbesar terdapat pada guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang masih kurang sebanyak 295 orang.
Selain itu, kekurangan juga terjadi pada guru Bahasa Inggris sebanyak 67 orang, Bahasa Indonesia 48 orang, Akuntansi dan Keuangan Lembaga 29 orang, Pendidikan Agama Kristen 27 orang, serta Pendidikan Agama Katolik 11 orang.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalimantan Selatan, Dedi Hidayat, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Menurutnya, Disdikbud sedang menyiapkan langkah jangka pendek agar seluruh sekolah tetap memiliki tenaga pendidik tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
“Ini menjadi tantangan bagi kami. Saat ini kami masih berdiskusi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi jangka pendek agar setiap sekolah tetap memiliki guru,” ujar Dedi usai rapat.
Salah satu alternatif yang sedang dikaji adalah penerapan mekanisme penugasan tertentu. Namun, skema tersebut masih harus dikonsultasikan dengan kementerian terkait agar tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya.
Dedi menjelaskan, kebutuhan guru paling tinggi berada di SMK karena sekolah kejuruan memerlukan tenaga pengajar produktif yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Selain itu, banyak guru yang dalam beberapa tahun ke depan memasuki masa pensiun sehingga kebutuhan tenaga pendidik baru terus meningkat.
“Kekurangan guru ini terjadi hampir di berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” katanya.
Disdikbud Kalsel berharap solusi yang tengah disusun bersama pemerintah pusat dapat segera diterapkan agar proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal dan kebutuhan guru dapat dipenuhi secara bertahap.





