INTERAKSI.CO, Jakarta – Gelombang duka kembali menyelimuti tiga provinsi di Sumatra setelah BNPB memperbarui data korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Hingga Senin (8/12) malam WIB, angka korban meninggal dunia terus meningkat dan kini mencapai 961 jiwa. Ribuan keluarga masih mencari kepastian nasib orang-orang terdekat mereka, dengan 293 warga lainnya tercatat hilang.

Laporan terbaru BNPB menunjukkan betapa luasnya skala bencana ini. Di Sumatra Utara, petugas gabungan menemukan 338 korban meninggal, sementara 136 orang belum ditemukan.

Di Aceh, jumlah korban meninggal tercatat 389 orang dengan 62 orang hilang. Sementara itu, Sumatra Barat melaporkan 234 korban meninggal dan 95 warga hilang akibat longsor dan luapan banjir.

Baca juga: IKN Percepat Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif, Kontrak Senilai Rp12 Triliun Rampung

Tim SAR masih bekerja dalam kondisi berat. Cuaca tidak menentu, akses jalan terputus, hingga lokasi terdampak yang sulit dijangkau membuat proses pencarian korban berjalan lambat.

Namun upaya penyelamatan tetap dikebut demi memberikan jawaban bagi para keluarga yang masih menunggu.

Bencana di tiga provinsi ini menunjukkan betapa rentannya wilayah tersebut terhadap cuaca ekstrem.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus memperkuat posko darurat untuk menampung para pengungsi sekaligus menyediakan kebutuhan dasar yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah warga terdampak.

Author