INTERAKSI.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara bersama BUMN sektor konstruksi yang dinilainya mampu bekerja cepat dan tepat dalam situasi darurat.

Dalam waktu hanya delapan hari, sebanyak 600 unit hunian sementara berhasil dibangun untuk para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pujian tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meninjau langsung kompleks Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis.

Menurutnya, kecepatan pembangunan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat. Itu kewajiban kita sebagai pejabat dan pemimpin,” ujar Prabowo.

Baca juga: Bea Cukai Pecat 27 Pegawai Sepanjang 2024, Puluhan Lain Diproses Disiplin di 2025

Presiden menilai, pembangunan hunian sementara ini sangat penting mengingat masih banyak pengungsi yang sebelumnya bertahan di posko-posko darurat dan tenda pengungsian.

Kehadiran hunian yang lebih layak diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Dalam rapat terbatas yang digelar di lokasi hunian, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar pembangunan mengutamakan efisiensi tanpa mengorbankan fungsi. Ia meminta Danantara memaksimalkan penggunaan material lokal yang sederhana namun efektif.

“Solusinya tidak perlu mahal. Bisa memanfaatkan bahan lokal atau tekstil untuk melapisi seng supaya tidak panas. Ini soal kreativitas di lapangan,” tegas Presiden kepada jajaran Danantara dan BUMN konstruksi.

Hunian sementara tersebut dibangun dengan sistem modular menggunakan rangka baja ringan.

Dindingnya memanfaatkan material seperti papan GRC, sementara atap menggunakan seng yang dapat dilengkapi insulasi atau lapisan pemantul panas agar suhu di dalam ruangan tetap nyaman.

Tak hanya menyediakan tempat tinggal, kompleks Rumah Hunian Danantara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Di dalam kawasan tersebut tersedia area bermain anak, fasilitas MCK terpisah, klinik kesehatan, sistem drainase yang memadai, serta akses listrik dan jaringan WiFi.

Di Aceh Tamiang, pembangunan hunian ini memanfaatkan lahan yang dikelola oleh PTPN. Pemerintah berharap model hunian sementara ini dapat menjadi contoh penanganan cepat bencana, dengan pendekatan yang praktis, manusiawi, dan berorientasi pada kebutuhan pengungsi.

Author