​INTERAKSI.CO, Batulicin – Sebanyak 24 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda Kabupaten Tanah Bumbu sepanjang periode siaga darurat hingga pertengahan Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, total luas lahan yang terbakar kini mencapai 74,8 hektare dengan baru separuhnya yang berhasil ditangani.

​Kepala BPBD Kabupaten Tanah Bumbu, Sulhadi, membeberkan bahwa sebaran titik api telah meluas di lima wilayah kecamatan, yakni Batulicin, Simpang Empat, Kusan Tengah, Kusan Hulu, dan Mantewe.

Dari total luasan yang terpapar api, tim satgas gabungan di lapangan baru berhasil mengendalikan dan memadamkan sekitar 38,8 hektare.

​”Total luasan lahan yang terbakar 74,8 hektare, dan yang tertangani 38,8 hektare,” ujar Sulhadi, Kamis (20/8/2026).

​Ia menambahkan, dari sekian banyak titik yang terpantau, wilayah yang terdampak paling parah tercatat berada di Desa Saring Sungai Binjai, Kecamatan Kusan Tengah. Di wilayah ini saja, amukan si jago merah telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 20 hektare.

​Dalam upaya pemadaman di lapangan, personel satgas darat kerap menemui sejumlah kendala serius yang menguji ketahanan fisik dan taktik petugas.

Akses jalan menuju lokasi titik api yang sebagian besar terisolasi membuat mobil tangki maupun selang pemadam milik petugas kesulitan menjangkau area utama kebakaran.

​Tak hanya itu, minimnya ketersediaan pasokan air di sekitar lokasi musibah juga menjadi hambatan klasik yang memperlambat proses pendinginan.

Kendati demikian, petugas tetap memaksimalkan sumber air alternatif yang ada, seperti memanfaatkan debit air dari parit-parit di kawasan Gunung Tinggi guna menyuplai kebutuhan armada pemadam.

Sulhadi mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi karhutla masih cukup tinggi seiring dengan kondisi cuaca kering dan angin yang mempercepat penyebaran api di area lahan terbuka.

Author