INTERAKSI.CO, Batulicin – Seorang lansia berusia 73 tahun bernama Kopsah di Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu dilaporkan hilang secara misterius dari rumahnya sejak Sabtu pagi (21/3/2026), tepat saat momen Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban diketahui sendirian di rumah saat anggota keluarga lainnya tengah melaksanakan ibadah salat Id sekitar pukul 07.00 WITA.
Namun, saat pihak keluarga kembali ke rumah, Kopsah sudah tidak berada di tempat. Diduga kuat, korban berjalan keluar dan tersesat di area perkebunan luas yang berada tepat di belakang kediamannya.
Baca juga: 40 Jam Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Alalak Banjarmasin Ditemukan
Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin langsung memberangkatkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin pada Selasa siang (24/3/2026).
Kepala Basarnas Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menegaskan bahwa pencarian akan difokuskan pada penyisiran darat di titik terakhir korban terlihat.
“Fokus utama kami adalah area perkebunan di belakang rumah korban dengan metode open grid. Mengingat usia korban yang sudah lanjut dan kondisi cuaca berawan, kecepatan koordinasi antar unsur SAR menjadi sangat krusial,” jelas I Putu Sudayana dalam keterangan resminya.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi besar antarinstansi, mulai dari TNI, Polri (Polsek Sungai Loban), tim Emergency Response perusahaan sekitar (PT BIB, PT TIA, CK, PPA), relawan PKJR, hingga masyarakat setempat.
Tim gabungan berpacu dengan waktu untuk menyisir medan perkebunan yang menantang demi menemukan keberadaan nenek Kopsah.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih melakukan penyisiran intensif di lapangan. Meski tidak terdapat hambatan berarti, luasnya area perkebunan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian korban.





