INTERAKSI.CO, Surabaya – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan melakukan kunjungan ke kantor DBL Indonesia di Surabaya, Rabu (1/7/2026), guna menjajaki kolaborasi dalam pengembangan ekosistem basket di Kalimantan Selatan.
Kunjungan tersebut diikuti Ketua DPD Perbasi Kalimantan Selatan periode 2022–2026 David Djayadi, utusan Ketua Umum Perbasi Kalsel terpilih periode 2026–2030 Muhammad Syaripuddin atau Bang Dhin, Arif Rahman Hakim, serta perwakilan Radar Banjarmasin, Odienk Afifudin.
Rombongan membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari mempelajari sistem pembinaan atlet usia muda, penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan, hingga pengelolaan organisasi olahraga yang profesional.
Selain berdiskusi, Perbasi Kalsel juga menawarkan peluang kerja sama kepada DBL Indonesia, termasuk pengembangan akademi basket, pembinaan pelatih, hingga peningkatan kapasitas perangkat pertandingan.
General Manager DBL Indonesia, Yondang Tubangkit, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia bahkan menawarkan kesempatan bagi Perbasi Kalimantan Selatan untuk terlibat langsung sebagai kru lokal dalam penyelenggaraan kompetisi DBL sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Mungkin untuk musim mendatang, teman-teman dari Perbasi Kalimantan Selatan bisa ambil bagian untuk menjadi kru lokal sambil belajar bagaimana cara menjalankan sebuah event,” ujar Yondang.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam penyelenggaraan kompetisi akan memberikan pengalaman praktis mengenai standar operasional event basket yang telah diterapkan DBL Indonesia selama bertahun-tahun.
Hubungan Perbasi Kalsel dan DBL Sudah Terjalin
Kolaborasi antara Perbasi Kalimantan Selatan dan DBL Indonesia sebenarnya telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Mei 2025, DBL Academy menggelar program exclusive training di Banjarbaru bekerja sama dengan klub Spartans Banjarbaru. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis bermain basket, tetapi juga pembentukan karakter para atlet muda.
Prestasi pebasket pelajar Kalimantan Selatan juga terus terlihat di ajang DBL Camp. Pada 2024, Rendy Arafat berhasil masuk jajaran Top 24 Campers. Setahun kemudian, Danu Satria dari SMA Don Bosco Banjarmasin mengikuti jejak tersebut.
Sementara pada musim 2026, Muhammad Erwin dari SMA Don Bosco Banjarmasin berhasil menembus tahap akhir seleksi DBL All-Star melalui jalur wild card.
Ketua DPD Perbasi Kalimantan Selatan 2022–2026, David Djayadi, menilai kehadiran DBL memberikan dampak besar terhadap perkembangan basket pelajar di daerah.
“Adanya DBL ini membawa dampak yang bagus untuk perkembangan basket level pelajar di Kalimantan Selatan. Kami salut dengan atmosfer DBL yang ada di Kalimantan Selatan,” katanya.
Perbasi Kalsel Siapkan Program Jangka Panjang
Arif Rahman Hakim yang mewakili Ketua Umum Perbasi Kalsel terpilih, Muhammad Syaripuddin atau Bang Dhin, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun sistem pembinaan basket yang lebih terarah.
“Kami datang ke DBL bukan untuk formalitas. Ini serius. Bang Dhin dari awal sudah menekankan bahwa Perbasi Kalsel harus belajar dari yang terbaik, dan DBL Indonesia adalah salah satu rujukan terbaik yang bisa kita pelajari dalam hal penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan,” ujar Arif, Kamis (2/7/2026).
Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan cetak biru pengembangan basket di Kalimantan Selatan yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi dengan DBL Indonesia diharapkan tidak berhenti pada tahap diskusi, tetapi segera diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi atlet, pelatih, dan komunitas basket di Kalimantan Selatan.
“Harapan kami, kolaborasi ini bisa segera terwujud dalam langkah-langkah konkret yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh atlet dan komunitas basket di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.





