INTERAKSI.CO, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan tingkat kabupaten di Ballroom Hotel Grand Surya Kotabaru, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pustakawan dan pengelola perpustakaan desa, perpustakaan khusus, serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM) agar mampu memberikan layanan yang profesional sesuai Standar Nasional Perpustakaan sekaligus menjawab tantangan era digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Fuad Fahruddin, mengatakan perkembangan teknologi informasi menuntut perpustakaan untuk terus beradaptasi agar tetap relevan sebagai pusat literasi dan sumber informasi masyarakat.

“Perpustakaan saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat informasi dan literasi yang harus mampu mengikuti perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Baca juga: Tekan Angka Kematian Ibu, Pemkab Kotabaru Bentuk Tim Koordinasi Lintas Sektor

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam membangun budaya literasi yang lebih maju di Kabupaten Kotabaru.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, Afriandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek dilatarbelakangi kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi tenaga perpustakaan, baik dari aspek teknis maupun manajerial.

Ia berharap para pengelola perpustakaan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Muhammad Isra, yang membawakan materi mengenai pengelolaan perpustakaan modern, pengembangan perpustakaan digital, serta strategi meningkatkan budaya literasi.

Selain itu, Pustakawan Sofyan Hamid memperkenalkan aplikasi iKotabaru, sebuah layanan perpustakaan digital yang memudahkan masyarakat mengakses koleksi buku elektronik melalui perangkat smartphone.

Sebanyak 54 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pengelola perpustakaan desa, perpustakaan khusus, dan Taman Bacaan Masyarakat di Kabupaten Kotabaru.

Selama satu hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan perpustakaan daerah, pengembangan perpustakaan digital, strategi penguatan literasi masyarakat, manajemen pengelolaan perpustakaan, hingga sosialisasi akreditasi perpustakaan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap seluruh peserta mampu menerapkan sistem pengelolaan perpustakaan yang lebih modern, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong tumbuhnya minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat.

Pemkab Kotabaru optimistis peningkatan kapasitas pustakawan akan menjadi langkah penting dalam mewujudkan perpustakaan yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi perkembangan informasi di era digital.

Author