INTERAKSI.CO, Batulicin – Menyusul ditemukannya jasad Akhmad Rahman (15) yang tewas setelah diterkam buaya, Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Yulian Herawati mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan.

​Yulian mengingatkan warga agar selalu berhati-hati, terutama saat memancing atau beraktivitas di sepanjang aliran sungai.

Sebagai langkah preventif, ia bahkan menyarankan masyarakat untuk membawa alat yang dapat digunakan untuk menghalau buaya apabila sewaktu-waktu menghadapi situasi berbahaya di lapangan.

Baca juga: Lampaui Target RKAP, Pelindo Batulicin Layani 71 Ribu Penumpang pada Semester I 2026

​Menurutnya, meningkatnya intensitas interaksi negatif antara manusia dan predator tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh terganggunya habitat asli satwa akibat berbagai aktivitas di kawasan bantaran sungai.

​”Jadi buaya juga merambah ke permukiman penduduk. Tinggal kita hati-hati,” ujar Yulian kepada interaksidotco, Senin (13/7) siang.

​Ia juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada aparat desa maupun instansi terkait apabila melihat kemunculan buaya di sekitar lingkungan mereka agar upaya penanganan dan evakuasi satwa dapat dilakukan lebih cepat.

​Tragedi yang menimpa AR (15), remaja asal Desa Karang Bintang yang jasadnya ditemukan mengapung sejauh 7,5 kilometer dari lokasi awal pada Senin (13/7/2026) siang, menambah daftar panjang konflik satwa dan manusia di wilayah tersebut.

​Sebelumnya pada tahun 2024 lalu, insiden serupa juga pernah terjadi di Sungai Batulicin, Dusun Maju Makmur, Kecamatan Batulicin, yang menewaskan seorang warga lanjut usia bernama Samsi (64) akibat luka parah usai diterkam buaya.

​Belajar dari rentetan peristiwa ini, pemerintah daerah bersama Tim SAR Gabungan berharap masyarakat tidak abai terhadap potensi bahaya di sungai yang menjadi habitat aktif reptil ganas tersebut.

Author