INTERAKSI.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah tegas dalam penegakan disiplin internal dengan memberhentikan 261 pegawai non-aparatur sipil negara (non-ASN).

Selain itu, sebanyak 9 pegawai ASN dan PPPK juga tengah diproses menuju pemecatan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin berat.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola organisasi. Menurutnya, pemeriksaan terhadap pegawai yang diduga melakukan pelanggaran telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

“Hari ini kami mengumumkan telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Rosan Ajak Perusahaan China Bangun Industri Bersama Indonesia

Selain pegawai non-ASN, BGN juga menemukan dugaan pelanggaran berat yang melibatkan sembilan ASN dan PPPK. Mereka kini tengah menjalani proses disiplin yang berpotensi berujung pada pemberhentian.

“Kami menemukan sembilan ASN dan PPPK yang melakukan pelanggaran disiplin berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” katanya.

Tak hanya itu, sebanyak 39 ASN lainnya juga terbukti melakukan pelanggaran disiplin ringan. Terhadap mereka, BGN akan menjatuhkan sanksi berupa mutasi, demosi, hingga sanksi administratif sesuai tingkat pelanggaran.

Sudaryono mengungkapkan, bentuk pelanggaran yang ditemukan cukup beragam, mulai dari keterlibatan dalam praktik judi online, ketidakdisiplinan dalam menjalankan tugas, hingga dugaan penyalahgunaan dana.

“Ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, dan ada indikasi penyalahgunaan dana. Jangan berpikir penyalahgunaan dana sedikit tidak akan diketahui. Sekarang informasi sangat mudah diperoleh. Tinggal ada laporan, kami investigasi, dan yang bersangkutan mengakui,” tegasnya.

Menurut Sudaryono, langkah penindakan tersebut menjadi bagian dari komitmen BGN dalam membangun organisasi yang bersih, profesional, dan memiliki integritas tinggi. Ia memastikan seluruh proses dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan disiplin yang berlaku.

BGN juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang berpotensi merusak kredibilitas lembaga maupun mengganggu pelaksanaan program-program pemerintah di bidang gizi nasional.

Author