INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Seniman pencipta lagu Banjar sekaligus jurnalis, Khairiadi Asa, kembali menyiapkan karya baru. Kali ini, ia akan merilis lagu berjudul “Lempeng Pisang”, yang mengangkat kuliner khas Banjar sekaligus menyampaikan pesan tentang kebersamaan dan kemajemukan masyarakat Kota Banjarmasin.

Lagu tersebut menjadi karya ke-74 Khairiadi Asa yang direkam dengan aransemen musik lengkap.

Dalam proses produksinya, lagu “Lempeng Pisang” dinyanyikan oleh vokalis senior lagu Banjar, Suryani Alfarichy. Sementara aransemen musik digarap oleh Hendra Cipta.

Khairiadi Asa, yang akrab disapa Bang Yadie di kalangan seniman, mengatakan lagu tersebut tidak hanya berbicara tentang salah satu kuliner khas Banjar.

Di balik liriknya, terdapat pesan mengenai kehidupan masyarakat Banjarmasin yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis dan budaya.

Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Banjarmasin yang pada tahun ini akan memasuki usia 500 tahun.

“Lagu ini selain memperkenalkan kuliner khas Banjar, yaitu lempeng pisang, juga mengandung pesan tentang kemajemukan warga Kota Banjarmasin yang kini berusia 500 tahun,” ujar Khairiadi Asa.

Ia mengatakan masyarakat Banjarmasin telah lama hidup berdampingan dalam keberagaman. Perbedaan suku, etnis maupun budaya tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang terbuka dan saling menghormati.

Pesan tersebut salah satunya tertuang dalam penggalan lirik lagu.

“Gula galapung bacampur uyah buati banyu, kada bakula kita sakampung satanah banyu.”

Khairiadi Asa menjelaskan, penggalan lirik tersebut menggambarkan semangat persaudaraan masyarakat Banjar.

Meski tidak memiliki hubungan darah atau ikatan keluarga, masyarakat yang tinggal di tanah dan wilayah yang sama tetap dapat hidup rukun, akrab, dan saling mendukung.

“Artinya, walaupun tidak ada hubungan darah atau keluarga, tetapi tinggal di tanah dan air yang sama, kita semua tetap akrab dan bersatu,” kata Bang Yadie.

Ditargetkan Rilis Saat HUT ke-500 Banjarmasin

Khairiadi Asa berharap lagu “Lempeng Pisang” dapat diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-500 Kota Banjarmasin pada 24 September 2026.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan karya musik yang tidak hanya mengangkat identitas budaya Banjar, tetapi juga menyampaikan nilai persatuan masyarakat.

Sebelum dirilis secara resmi, konsep sederhana lagu tersebut telah lebih dulu diperkenalkan melalui akun Facebook milik Khairiadi Asa.

Menariknya, ide penciptaan lagu “Lempeng Pisang” ternyata telah muncul sekitar dua tahun lalu.

Bang Yadie mengatakan lagu tersebut berawal dari sebuah interaksi di media sosial dengan Yani Makkie, mantan Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru.

Saat itu, Yani Makkie mengunggah tayangan mengenai wadai lempeng di akun Facebook miliknya. Khairiadi kemudian memberikan komentar yang justru berujung pada sebuah tantangan untuk menciptakan lagu tentang lempeng pisang.

“Lagu ini sebenarnya sudah dua tahun lalu dibuat dalam berbagai sampel atau konsep. Awalnya dari tantangan Pak Yani Makkie,” ujarnya.

Dari interaksi sederhana tersebut, ide lagu “Lempeng Pisang” kemudian terus dikembangkan hingga akhirnya siap diproduksi dengan aransemen musik lengkap.

Jika sesuai rencana, lagu tersebut akan menambah deretan karya Khairiadi Asa dalam khazanah musik Banjar, sekaligus menjadi karya yang menggabungkan unsur kuliner, budaya, dan pesan persatuan masyarakat dalam satu lagu.

Author