INTERAKSI.CO, Batulicin – Pengabdian panjang dalam merawat warisan leluhur mengantarkan Andi Satria Jaya menerima penghargaan sebagai Pelestari Cagar Budaya dari Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif.

Penghargaan tersebut diserahkan di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

​Sebagai cicit dari Arung Abdul Rahim, Raja terakhir Kerajaan Pagatan di akhir abad ke-19, Andi memiliki ikatan batin yang kuat dengan sejarah daerahnya. Di tengah kesibukannya memimpin Desa Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir, ia konsisten mendedikasikan diri sebagai penjaga memori kolektif masa lalu.

​Rumah tempat tinggalnya, yang dulunya merupakan bagian dari dapur istana kerajaan, kini berfungsi ganda sebagai ruang simpan berbagai artefak bersejarah. Mulai dari manuskrip kuno Lontara, stempel kerajaan, hingga arsip foto para raja tersimpan rapi di sana.

​Tidak hanya merawat benda koleksi, Andi juga aktif memperjuangkan status makam raja terakhir Pagatan agar diakui sebagai cagar budaya tingkat provinsi. Bersama kerabatnya, ia bahkan menerapkan pembatasan akses secara mandiri demi menjaga kesakralan dan keaslian situs tersebut.

Bagi Andi S Jaya, dedikasi yang ia tunjukkan bukan sekadar merawat benda fisik, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menjaga agar akar identitas sejarah tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Konsistensi Andi dalam merawat jejak Kerajaan Pagatan mencerminkan sebuah keyakinan untuk menjaga warisan leluhur adalah tanggung jawab kolektif. Sebab, upaya ini jauh melampaui urusan masa lampau, melainkan ikhtiar agar anak cucu kelak tidak kehilangan arah dan jati diri daerahnya.

​Selain Andi, apresiasi dari Pemkab Tanah Bumbu turut diberikan kepada sejumlah pegiat seni dan budaya lainnya, di antaranya Yulian Fahmi di bidang musik tradisional, serta sastrawan daerah M. Johansyah (anumerta), Lukmanul Hakim, dan Nor Wapa.

Author