INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Posko Koalisi Siaga Bencana Ekologis (Sanak) Kalimantan Selatan bagikan 1.000 masker kepada masyarakat di Banjarmasin dan Banjarbaru, Minggu (6/9).
Di Banjarmasin, relawan membagikan masker sejak pagi kepada masyarakat di sekitar kawasan Taman Kamboja, yang menjadi salah satu titik mobilitas warga.
Sementara di Banjarbaru, pembagian masker berlangsung sejak pagi hingga pukul 16.00 WITA. Relawan menyasar masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan pengguna jalan di kawasan Car Free Day Murjani serta pertigaan lampu merah Brimob.
Koordinator Posko Sanak Kalsel, M. Jefry Raharja, mengatakan pembagian seribu masker tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di luar ruangan di tengah ancaman paparan asap karhutla.
“Pembagian masker ini bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi asap,” ujar Jefry.
Menurut dia, aksi pembagian masker tersebut juga menjadi simbol protes terhadap pemerintah yang dinilai gagal melakukan mitigasi bencana secara maksimal.
Jefry mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Pemerintah, kata dia, juga harus memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap.
“Karhutla bukan hanya persoalan api yang harus dipadamkan. Perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana ekologis ini,” katanya.
Posko Sanak Kalsel mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, juga dinilai perlu mendapat perhatian khusus selama paparan asap berlangsung.
Ke depannya, pihak Posko Sanak Kalsel menyatakan distribusi masker akan kembali dilakukan secara situasional. Menyesuaikan dari kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.





