INTERAKSI.CO, Batulicin – Ketua Askab PSSI Tanah Bumbu, H. M. Syaripuddin, mendorong penyusunan roadmap sepak bola Banua periode 2026–2030 sebagai pedoman pengembangan sepak bola di Kalimantan Selatan.

Rencana tersebut diharapkan menjadi arah kerja bersama bagi PSSI Kalimantan Selatan, Askab/Askot, klub, sekolah sepak bola, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, kemajuan sepak bola Kalimantan Selatan harus dibangun melalui pembinaan yang merata di seluruh kabupaten dan kota. Pengembangan sepak bola tidak boleh hanya terpusat di satu wilayah, tetapi perlu membuka kesempatan bagi pemain, pelatih, klub, dan komunitas di berbagai daerah untuk berkembang.

“Roadmap ini kami tawarkan sebagai bahan kerja bersama. Kita perlu memastikan pembinaan berjalan sejak usia dini, kompetisi tersusun berjenjang, dan setiap daerah memiliki ruang untuk berkembang,” ujarnya di Batulicin, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, roadmap tersebut mencakup tujuh prioritas utama. Ketujuhnya meliputi konsolidasi organisasi, pembinaan akar rumput dan jalur pengembangan pemain, kompetisi yang teratur, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, pengembangan sepak bola putri, penguatan tim dan prestasi provinsi, serta pemetaan fasilitas, data, dan kemitraan.

Menurutnya, seluruh program tersebut perlu disusun secara terarah agar pembinaan sepak bola di Kalimantan Selatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kompetisi Usia Muda Perlu Berjalan Rutin

Bang Dhin juga mendorong setiap Askab dan Askot PSSI di Kalimantan Selatan memiliki rencana kerja tahunan serta kalender kegiatan yang jelas. Kompetisi usia muda perlu dilaksanakan secara rutin di daerah, sedangkan kalender kompetisi tingkat provinsi harus diumumkan lebih awal agar klub dan pemain dapat mempersiapkan diri.

Ia menilai, perencanaan yang terukur menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola. Karena itu, penyusunan target harus diawali dengan pemetaan kondisi awal atau baseline di setiap daerah.

“Target harus disusun berdasarkan kondisi nyata. Karena itu, pengurus perlu memetakan baseline lebih dulu, lalu menetapkan ukuran keberhasilan bersama Askab/Askot. Setiap program juga harus jelas penanggung jawab, jadwal, sumber pendanaan, dan hasil yang ingin dicapai,” katanya.

Selain pembinaan pemain, peningkatan kapasitas tenaga teknis juga perlu mendapat perhatian. Pelatih, wasit, dan pengelola kompetisi dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih profesional.

Syaripuddin turut menekankan pentingnya pengembangan sepak bola putri serta pemantauan pemain berbakat dari seluruh kabupaten dan kota. Dengan sistem pemantauan yang lebih baik, potensi pemain daerah diharapkan dapat teridentifikasi dan memperoleh kesempatan pembinaan yang sesuai.

Dorong Kolaborasi dan Kepemimpinan PSSI Kalsel

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Syaripuddin menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media perlu diperkuat. Kemitraan lintas sektor diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pendanaan, fasilitas, kompetisi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Kalimantan Selatan, Syaripuddin menyampaikan dukungan Askab PSSI Tanah Bumbu kepada H. Hasnuryadi Sulaiman. Ia juga mendorong peserta kongres mengutamakan musyawarah untuk menetapkan Hasnuryadi secara aklamasi sesuai aturan kongres.

Ia berharap kepemimpinan PSSI Kalimantan Selatan mendatang mampu menyatukan berbagai unsur sepak bola Banua dan menjadikan pembinaan di daerah sebagai agenda bersama.

Bagi Syaripuddin, keberhasilan pengembangan sepak bola tidak cukup diukur dari hasil satu turnamen atau pencapaian sebuah tim. Kemajuan yang lebih mendasar harus terlihat dari keberlanjutan kompetisi, pemerataan pembinaan, serta semakin banyaknya pemain muda yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.

“Ukuran kemajuan bukan hanya hasil satu turnamen. Yang perlu kita bangun adalah kompetisi yang rutin, pembinaan yang menjangkau seluruh daerah, dan semakin banyak anak Banua yang memperoleh kesempatan untuk berkembang,” tutupnya.

Melalui usulan roadmap sepak bola Banua 2026–2030, Syaripuddin berharap pembinaan sepak bola Kalimantan Selatan memiliki arah yang lebih terukur, melibatkan seluruh daerah, dan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional.

Author