INTERAKSI.CO, Banjarmasin — DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menggelar Festival Musik Jalanan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman, musisi jalanan Banua untuk menyalurkan bakat serta menyuarakan semangat kebangsaan melalui seni dan budaya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa Bulan Bung Karno bukan hanya agenda peringatan, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan, gotong royong, keberpihakan kepada rakyat, serta semangat berkepribadian dalam kebudayaan.

“Musik jalanan adalah suara rakyat. Dari jalanan lahir kreativitas, keberanian, kritik sosial, dan harapan. Karena itu, PDI Perjuangan ingin hadir memberi ruang bagi anak muda, seniman, dan komunitas kreatif agar terus berkarya,” ujarnya.

Menurutnya, Bung Karno selalu menempatkan kebudayaan sebagai jiwa bangsa. Karena itu, seni tidak boleh dipandang sekadar hiburan, tetapi juga sebagai alat pemersatu, media perjuangan, dan ruang pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.

Festival Musik Jalanan ini juga menjadi bentuk komitmen PDI Perjuangan Kalimantan Selatan untuk terus dekat dengan rakyat, tidak hanya melalui kerja-kerja politik formal, tetapi juga melalui kegiatan sosial, budaya, dan ruang kreativitas masyarakat.

“Kita ingin politik hadir dengan wajah yang membumi, merangkul, dan memberi harapan. Anak muda harus diberi ruang. Seniman harus dihargai. Kreativitas rakyat harus tumbuh menjadi kekuatan kebudayaan Banua,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan Kalsel mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan terus menyalakan api perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari.

“Seni adalah suara rakyat. Bung Karno adalah inspirasi. Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Merdeka!”

Author