INTERAKSI.CO – Film biopik tentang Michael Jackson kembali menjadi sorotan publik. Meski mencatat kesuksesan besar di box office, film tersebut juga menuai kritik tajam dari sejumlah pihak.

Salah satu suara paling vokal datang dari Dan Reed, yang sebelumnya menggarap dokumenter kontroversial Leaving Neverland.

Dalam pernyataannya, Reed menilai film biopik tersebut terasa tidak autentik dan cenderung mengabaikan sisi kompleks dari kehidupan Michael Jackson.

“Bagian awal saat Michael masih kecil masih cukup menarik. Tapi ketika memasuki fase dewasa yang diperankan oleh Jaafar Jackson, rasanya mengganggu,” ujarnya dalam wawancara.

Baca juga: Kenneth Branagh Usulkan Akhir Thor Lebih Gelap ala Logan di MCU

Ia mengakui kemampuan Jaafar sebagai penari, namun menilai aktingnya terasa kaku dan tidak didukung oleh naskah yang kuat.

Reed juga menyoroti minimnya eksplorasi aspek psikologis dalam film tersebut. Menurutnya, karakter Michael hanya digambarkan secara permukaan tanpa menggali kedalaman yang membuat sosoknya begitu kompleks.

“Dia seperti boneka lilin yang hanya menampilkan lagu-lagu, tanpa menunjukkan apa yang sebenarnya membuat Michael Jackson menarik,” kritiknya.

Tak hanya itu, Reed juga menilai film tersebut menggambarkan sosok Michael secara terlalu sederhana, terutama dalam konteks hubungan personalnya yang selama ini menjadi perdebatan publik.

Di sisi lain, film yang disutradarai oleh Antoine Fuqua ini justru mencatatkan pencapaian luar biasa secara komersial.

Pada pekan pembukaannya (24–26 April 2026), film ini meraup pendapatan domestik sebesar USD 97 juta di Amerika Utara dan mencapai total USD 217 juta secara global.

Angka tersebut menjadikannya sebagai debut film biopik musik terbesar sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Oppenheimer di kancah global.

Dalam kategori biopik musik, film ini juga mengungguli Straight Outta Compton dan Bohemian Rhapsody yang sebelumnya mencatat pembukaan lebih rendah.

Perbedaan antara respons kritikus dan pencapaian komersial ini menunjukkan bahwa film tersebut masih menjadi bahan perdebatan, sekaligus membuktikan kuatnya daya tarik nama besar Michael Jackson di industri hiburan global.

Author