INTERAKSI.CO, Batulicin – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang melanda Kabupaten Tanah Bumbu selama beberapa minggu terakhir kembali terulang.
Pada Senin (29/6/2026) PT PLN (Persero) ULP Batulicin kembali merilis jadwal penghentian sementara pasokan arus listrik secara berkala di sejumlah wilayah Tanah Bumbu.
Melalui pengumuman resminya, PLN menjelaskan bahwa pemadaman ini dipicu oleh kendala teknis pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di sistem interkoneksi Kalimantan.
Akibat gangguan operasional tersebut, pasokan daya regional belum mampu menyuplai kebutuhan secara optimal, sehingga rekayasa pembatasan hantaran listrik terukur terpaksa dibagi ke dalam dua gelombang waktu.
Gelombang pertama dimulai tepat pukul 10.00 WITA lewat Penyulang BTL07/RCL KOMPI yang berdampak pada sebagian Kecamatan Simpang Empat, meliputi kawasan Kupang Berkah Jaya, Baroqah, Bersujud, Plajau Mulia, dan sebagian Kampung Baru.
Pada jam yang sama, Penyulang PGT03 memadamkan sejumlah desa di Kecamatan Kusan Hulu (Harapan Jaya, Karang Mulya, Bakarangan, Lasung, Pancakan, Sungai Rukam, Manuntung), wilayah Kecamatan Teluk Kepayang (Mangkalapi, Hatif, Guntung, Tibarau Panjang), serta Kecamatan Sungai Loban (Sari Utama, Marga Mulya, Sarimulya, Tri Mulya). Jalur STG03 yang mengarah ke PT LFN Sungai Dua juga turut dinonaktifkan.
Memasuki gelombang kedua pukul 14.00 WITA, manajemen beban meluas ke area perkotaan melalui Penyulang BTL01 (MTRZ SURYA) dan PLJ03, mencakup Kecamatan Batulicin dan Simpang Empat, termasuk area Kampung Baru, Sejahtera, Tungkaran Pangeran, Sungai Kecil, Gunung Antasari, Gunung Besar, hingga kompleks kantor Polres Tanah Bumbu. Pemadaman berlanjut ke Penyulang BTL03 Z1 di area Kersik Putih, Segumbang, dan Sepunggur.
Masih pada gelombang kedua, aliran listrik dari Penyulang BTL05 (MTRZ IRIGASI) dihentikan sementara, berimbas pada belasan desa di Kecamatan Mantewe (Rejosari, Mantawakan Mulia, Mekarsari, Maduretno, Sarimulya, Sidomulyo, Bulurejo, Sukadamai, Batu Harang, Sepakat, Harapan Maju, Karya Bakti) hingga operasional industri PT TCM.
Jalur lain yang terdampak adalah Penyulang BTL08 di area Sari Gadung dan kawasan militer Yonif TP 828, serta Penyulang PGT01 yang mengaliri seantero Kecamatan Kusan Hilir, termasuk kawasan Muara Pagatan, Tanette, Barugelang, hingga Desa Betung.
Kondisi ini memicu keluhan dari warga. Hapsa, salah seorang warga Kecamatan Batulicin, mengaku sangat terganggu dengan pemadaman yang tidak menentu ini. Ia menyebut pemadaman di rumahnya bahkan sudah dua kali terjadi pada malam hari.
“Dua kali padam, kedua-duanya pada malam hari. Waktu istirahat kami menjadi sangat terganggu,” keluhnya.
Menanggapi gejolak di masyarakat dalam beberapa pekan terakhir, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Ahmad Humaidi memberikan penjelasan. Ia meluruskan bahwa secara keseluruhan, sistem kelistrikan utama se-Kalimantan sebenarnya masih berada dalam status operasional yang terkendali.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pemadaman berkala ini murni langkah manajemen beban secara terbatas untuk menjaga keandalan sistem interkoneksi.
Hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer ataupun isu krisis pasokan batu bara di sektor hulu yang dipastikan berada dalam kondisi aman.
Pihak manajemen PLN ULP Batulicin pun menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang mengganggu roda aktivitas harian warga.
“Saat ini, seluruh jajaran teknisi lapangan terus dikerahkan secara intensif untuk mempercepat proses pemulihan serta meminimalkan dampak gangguan operasional,” tulis PLN melalui pernyataan resminya.





