INTERAKSI.CO, Amuntai – Dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memantik reaksi Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK.
Ia mendesak adanya evaluasi total terhadap pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait prosedur dapur pengolahan makanan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
“Saya minta standar kesehatan benar-benar dijaga. Cara memasak dan mengolahnya harus dievaluasi total agar memenuhi syarat medis,” tegasnya, Senin (27/4).
Baca juga: Bang Dhin Terima Mahasiswa Politeknik Hasnur dan ULM di DPRD Kalsel, Soroti Pentingnya Kepemimpinan
Menurut Supian, persoalan prosedur dalam program MBG tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan, tetapi juga ditemukan di sejumlah provinsi lain di Indonesia.
Karena itu, ia menilai pengawasan terhadap standar kebersihan, pengolahan bahan pangan, hingga distribusi makanan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia juga mendorong masyarakat, pihak sekolah, serta orang tua siswa untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, laporan yang disertai bukti valid akan sangat membantu proses evaluasi dan perbaikan.
“Kalau ada penyimpangan, silakan laporkan, bahkan viralkan, asalkan didukung bukti yang valid,” ujarnya.
Desakan evaluasi ini muncul setelah adanya dugaan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dari program MBG di SMKN 1 Amuntai.
Pihak DPRD Kalsel berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian tersebut serta mengambil langkah pencegahan di seluruh satuan layanan MBG di daerah.





