INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Ribuan hektare hutan dan lahan di Kota Banjarbaru hangus terbakar.

Kabut asap masih menyelimuti kota berjuluk idaman ini, namun tak setebal beberapa waktu terakhir.

Warga Landasan Ulin Utara, Mira mengatakan jika pada Kamis (3/09/2026) pagi tadi, kabut asap nampak tipis.

“Kalau kabut asap itu pasti setiap hari, cuma kadang parah (tebal) banget. Kalau yang hari ini lumayan tipis. Jam 7 tadi bisa ke pasar, biasanya kalau tebal banget ulun (saya) nunggu agak siangan,” ujar pedagang sembako tersebut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, mengatakan jumlah titik api memang mulai berkurang, namun luasan lahan yang terdampak justru terus bertambah hingga mencapai 1.263,2 hektare dalam dua bulan terakhir.

“Yang jelas (titik api) berkurang. Tetapi ada lagi hotspot (titik panas) baru yang timbul di daerah Kecamatan Cempaka,” ujarnya

Penurunan titik api sebutnya menjadi indikasi positif dalam penanganan karhutla. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya aman karena masih ditemukan hotspot baru.

Berdasarkan data BPBD Kota Banjarbaru, terdapat dua hotspot kategori tinggi di Kecamatan Cempaka. Sementara itu, hotspot kategori sedang masih terpantau di Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang.

BPBD Kota Banjarbaru telah membentuk tiga posko karhutla. Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh, sedangkan dua lainnya berada di kawasan Jalan A Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang.

“Dua (posko) di Pal 21 yang dikelola oleh kawan-kawan komunitas Liang Anggang. Nah, di sana dia bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Di tengah penanganan karhutla, dampak asap masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat. Kabut asap bahkan kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru pada Rabu dan Kamis pagi.

Zaini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada pagi hari.

BPBD juga terus melakukan sosialisasi mengenai dampak paparan asap karhutla, termasuk mengingatkan warga untuk menggunakan masker pada waktu-waktu tertentu.

“Kami sudah menyosialisasikan pada warga untuk menggunakan masker di waktu-waktu atau jam-jam tertentu, seperti kegiatan aktivitas pagi,” tukasnya.

Author