INTERAKSI.CO, Batulicin – Rumah Pena membuka ajang lomba resensi Buku “Suara dari Tenggara” terbuka untuk umum dengan total hadiah Rp10 Juta.
Lomba ini terbagi ke dalam dua kategori, yakni naskah resensi populer dan konten video pendek. Perlombaan tersebut dimulai sejak 25 Oktober hingga batas pengumpulan pada 25 November 2026, tanpa dipungut biaya.
Adapun ketentuan umum untuk lomba ini yakni, peserta merupakan warga Kabupaten Tanah Bumbu tanpa batasan usia. Setiap peserta dapat mengikuti salah satu atau kedua cabang lomba yang disediakan.
Karya yang dikirimkan wajib merupakan hasil pemikiran sendiri, orisinal, bebas dari plagiarisme maupun penggunaan AI, serta belum pernah memenangkan atau diikutsertakan dalam lomba lain.
Untuk kategori naskah resensi, panjang tulisan disyaratkan antara 800 hingga 1.500 kata menggunakan bahasa Indonesia, dilengkapi nama dan bionarasi singkat penulis, serta dikirimkan dalam format PDF dengan penamaan berkas: Judul Resensi_Nama Lengkap.
Sementara itu, untuk kategori Konten Resensi, peserta diminta membuat video berdurasi 1 hingga 3 menit yang memuat pandangan atau analisis mendalam terhadap buku, bukan sekadar sinopsis.
Video tersebut wajib diunggah melalui Instagram Reels akun publik dengan menandai akun @rumahpenaofficial, mencantumkan nama lengkap serta asal peserta pada caption, dan menyertakan tagar #SuaraDariTenggara, #ResensiSuaraDariTenggara, serta #RumahPenaBeraksi.
Selain karya yang menarik, peserta juga wajib memenuhi sejumlah syarat lainnya yang bisa dilihat di akun @rumahpenaofficial.
Rumah Pena menyediakan total hadiah jutaan rupiah untuk masing-masing kategori juara, yakni Juara I sebesar Rp2,5 Juta, Juara II Rp1,5 Juta, dan Juara III Rp1 Juta.
Bagi masyarakat yang belum memiliki buku Suara dari Tenggara atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat menghubungi narahubung, Andi Utari Putri pada nomor 0823-3077-9239.
Ketua Rumah Pena, Andrianto Mokodompit, melalui Sekretaris Puja Mandela menyebut lomba ini digelar untuk memperluas jangkauan buku “Suara dari Tenggara” yang sebelumnya dilaunching oleh Bupati Andi Rudi Latif.
“Harapannya makin banyak orang yang membaca dan memahami isi buku ini, karena buku ‘Suara dari Tenggara’ memuat banyak cerita dan problematika literasi daerah. Kalau mau tahu apa itu literasi dan beragam tantangannya, ini adalah buku yang penting untuk dibaca oleh semua orang,” jelasnya.





