INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (15/4/2026). Dalam forum tersebut, terungkap bahwa serapan anggaran masih berada pada level rendah.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara terbuka mengakui kondisi tersebut dan menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program di lapangan.
“Realisasi kita masih rendah. Ini harus jadi perhatian bersama, karena sekarang sudah April, seharusnya program sudah mulai berjalan, bukan lagi tahap persiapan,” tegasnya usai rapat.
Baca juga: Diskopumker Banjarmasin Prioritaskan Koperasi, UMKM, dan Penurunan Pengangguran
Menurutnya, lambannya serapan anggaran tidak hanya disebabkan faktor teknis, tetapi juga kurangnya akselerasi dari masing-masing pelaksana program. Meski demikian, ia membuka ruang diskusi untuk mencari solusi bersama atas berbagai kendala yang dihadapi.
Beberapa hambatan yang diidentifikasi antara lain keterlambatan pencairan anggaran, perubahan perencanaan, hingga minimnya penyedia dalam proses pengadaan. Bahkan, terdapat paket kegiatan yang sudah ditayangkan namun tidak diminati oleh pihak penyedia.
“Kalau kendalanya di mana, kita bahas bersama. Jangan dibiarkan berlarut-larut, karena ini menyangkut pelayanan publik,” ujarnya.
Yamin menargetkan periode April hingga Mei menjadi momentum awal seluruh program benar-benar berjalan atau “landing” di lapangan. Sebagai bentuk komitmen, seluruh SKPD juga menandatangani pakta integritas dengan konsekuensi tegas jika target tidak tercapai.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, menambahkan bahwa peran staf ahli kini diperkuat untuk memberikan masukan strategis sekaligus mengawal pelaksanaan program.
“Staf ahli ini bukan pelengkap. Mereka punya pengalaman panjang dan kita dorong aktif memberi masukan, termasuk dalam kegiatan fisik,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Inspektorat akan melakukan pengawasan ketat terhadap progres program sesuai timeline yang telah ditetapkan. Saat ini, kendala terbesar masih berada pada tahap pengadaan, khususnya di sektor pekerjaan umum, di mana sekitar 43 persen kegiatan masih dalam proses lelang.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat sejumlah proyek strategis, terutama pembangunan infrastruktur. Meski begitu, Pemkot Banjarmasin tetap optimistis target penyelesaian program dapat tercapai pada triwulan ketiga, sekitar September hingga Oktober 2026.
“Harapan kita, Oktober sudah selesai, sehingga akhir tahun bukan lagi mulai, tapi tinggal peresmian atau minimal peletakan batu pertama,” kata Dolly.
Dengan evaluasi berkala dan pengawalan ketat dari seluruh pihak, Pemkot Banjarmasin berupaya memastikan program pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.





