INTERAKSI.CO, Kotabaru – Kelangkaan susu UHT putih yang dikeluhkan masyarakat akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kotabaru.

Gabungan Komisi II dan III bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah minimarket dan gerai ritel modern, Senin (13/4/2026).

Sidak tersebut dipimpin anggota Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi dan H. Abdul Kadir, sebagai tindak lanjut atas laporan warga yang kesulitan mendapatkan susu UHT putih dalam beberapa hari terakhir.

Dalam peninjauan lapangan, rombongan mendatangi beberapa titik penjualan, di antaranya Grand Surya, Wijaya Mart, Winmart, hingga Indomaret. Selain memeriksa rak penjualan, mereka juga berdialog langsung dengan pengelola toko untuk mengetahui penyebab menipisnya stok.

Baca juga: Seleksi Paskibraka Kotabaru 2026 Resmi Dibuka, 159 Peserta Lolos Tahap Administrasi

Dari hasil sidak sementara, ditemukan bahwa persoalan utama berada pada keterbatasan pasokan dari distributor. Kondisi ini berdampak langsung pada stok di tingkat pedagang yang terus menurun, bahkan di beberapa gerai dilaporkan kosong.

Abu Suwandi menegaskan persoalan ini harus segera ditangani agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat, terutama keluarga yang mengandalkan susu sebagai konsumsi harian.

“Kelangkaan ini harus segera diatasi agar tidak merugikan masyarakat. Kami akan mendorong adanya langkah cepat dari pihak distributor maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, H. Abdul Kadir menyoroti pentingnya pengawasan distribusi untuk mencegah kemungkinan penimbunan atau permainan harga di pasaran. Menurutnya, produk kebutuhan pokok seperti susu harus tetap tersedia dengan harga yang stabil.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM, khususnya usaha kafe dan kuliner yang sangat bergantung pada pasokan susu, sehingga distribusi barang yang terbatas bisa dilakukan lebih merata.

Di sisi lain, Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Kotabaru, Ary Mardani, memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan distributor untuk menormalkan pasokan.

“Kami akan menyurati seluruh distributor agar dapat segera memenuhi kebutuhan susu UHT di Kotabaru,” katanya.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar stok yang tersedia dapat dibagi secara merata sambil menunggu distribusi kembali stabil.

Langkah cepat ini diharapkan mampu meredam keresahan warga sekaligus memastikan kebutuhan susu UHT putih kembali tersedia di pasaran dalam waktu dekat.

Author