INTERAKSI.CO, Davos – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Denmark.

Meski demikian, Trump tetap menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di hadapan para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026), seperti dikutip dari AFP.

“Kita mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan menggunakan kekuatan dan kekerasan besar-besaran, yang terus terang tidak akan bisa dihentikan. Tapi saya tidak akan melakukan itu,” kata Trump.

Baca juga: Penangkapan Nicolas Maduro Picu Polemik di AS, DPR Pertanyakan Legalitas Operasi Militer

Ia menegaskan tidak memiliki niat menggunakan cara militer untuk mengambil alih Greenland. Menurutnya, pernyataan tersebut justru memperjelas sikap Amerika Serikat kepada dunia internasional.

“Sekarang orang-orang berkata, itu pernyataan yang bagus. Mereka mengira saya akan menggunakan kekerasan. Saya tidak perlu melakukannya. Saya tidak ingin melakukannya dan saya tidak akan melakukannya,” ujarnya.

Meski demikian, Trump tetap menekankan bahwa Amerika Serikat berkepentingan terhadap Greenland, wilayah strategis yang kaya sumber daya dan memiliki posisi penting di kawasan Arktik.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung konflik Ukraina. Ia mengatakan akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas kemungkinan mengakhiri perang dengan Rusia.

“Saya berbicara dengan Presiden Putin dan saya yakin dia ingin membuat kesepakatan. Saya juga berbicara dengan Presiden Zelensky dan saya pikir dia juga menginginkan kesepakatan. Saya akan bertemu dengannya hari ini,” kata Trump.

Namun, Trump kembali mengkritik NATO dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak seharusnya terlibat langsung dalam konflik tersebut.

“NATO seharusnya yang menangani Ukraina. Kita tidak. Kita tidak ada hubungannya dengan itu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum mengonfirmasi kehadirannya di Davos. Sebelumnya, Zelensky menyatakan kemungkinan tidak menghadiri forum tersebut karena memilih tetap berada di Kyiv untuk menangani dampak pemadaman listrik dan pemanas akibat serangan Rusia.

Author