INTERAKSI.CO, Batulicin – Sedikitnya 40 hektare lahan di kawasan Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, hangus terbakar sejak Sabtu siang.
Operasi pemadaman oleh lebih dari 150 personel gabungan tersebut baru dinyatakan selesai pada Minggu (6/9/2026) dini hari usai api berhasil disekat dari area perumahan.
Mengutip data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tanah Bumbu, dari luasan 40 hektare lahan kering yang terbakar, tim gabungan berhasil memblokir dan menangani secara langsung sekitar 30 hektare area kritis. Langkah cepat ini memastikan amukan jago merah gagal menembus bangunan rumah maupun fasilitas warga di kawasan RT 06 dan RT 15.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material warga dalam kedaruratan ini. Akan tetapi, kepulan asap pekat dan beratnya medan operasi memakan korban dari pihak petugas.
”Tiga orang personel di lapangan terpaksa ditarik dan mendapat penanganan medis dari Dinas Kesehatan akibat mengalami sesak napas dan kram otot,” ujar Sulhadi dalam laporan tertulisnya.
Operasi pemadaman skala besar ini melibatkan lebih dari 150 personel gabungan. Kekuatan ini mencakup anggota BPBD, Satpol PP dan Damkar, Kodim 1022/TNB, Yonif, Polres Tanah Bumbu, Manggala Agni, hingga puluhan relawan swakarsa yang didukung belasan armada tangki air.
Di lapangan, pergerakan Tim Satgas Karhutla sempat terhambat oleh ketiadaan sumber air di titik kejadian. Selain itu, hembusan angin kencang terus mempercepat laju rambatan api menuju area semak yang sangat sulit dijangkau oleh kendaraan darat.
”Meski demikian, area bekas terbakar masih berada dalam pantauan ketat Tim Satgas Karhutla guna mengantisipasi munculnya titik api susulan,” pungkasnya.
Kekhawatiran itu terbukti. Informasi yang dihimpun pada Minggu (6/9/2026) sore sekitar pukul 17.00 Wita, Tim Satgas Karhutla kembali mendeteksi kemunculan titik api susulan di sekitar area bekas terbakar.
Hembusan angin kencang serta terik matahari disinyalir kembali memicu sisa-sisa bara api (ground fire) yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Petugas gabungan yang memang disiagakan di lokasi langsung bergerak cepat melakukan penyisiran serta pembasahan ulang (mopping up) demi memastikan api tak kembali membesar menuju permukiman warga.





