INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Suasana dermaga klotok wisata Kampung Ketupat yang semestinya menjadi ruang publik ramah pengunjung kini berubah menjadi lokasi yang memicu kekhawatiran warga.

Sejumlah anak dan remaja di bawah umur kerap menjadikan area ini sebagai tempat nongkrong, mengonsumsi Lem Fox, hingga melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas.

Sa’id, warga setempat, mengungkapkan keresahan yang telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, aktivitas para remaja tersebut terjadi hampir setiap hari, dengan puncak keramaian pada malam Sabtu dan malam Minggu.

“Mereka hampir tiap hari ada. Dan kebanyakan bukan warga sini. Paling ramai itu malam Sabtu dan malam Minggu,” ujarnya.

Baca juga: Waspada Rob di Pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru

Ia menyebutkan bahwa perilaku para remaja tersebut tidak hanya sebatas menghirup lem, namun juga melibatkan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh remaja laki-laki dan perempuan.

“Perempuannya juga ada, bukan hanya laki-laki. Dan kadang mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas di sini,” katanya.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena beberapa dari mereka bahkan membawa senjata tajam.

“Ada yang bawa sajam, parang panjang. Saya ingin melapor, tapi saya nggak punya HP. Keluarga juga nggak bisa bantu,” keluhnya.

Upaya penertiban sebenarnya pernah dilakukan Satpol PP, namun tidak berkelanjutan. Setelah petugas pergi, para remaja itu kembali menguasai lokasi.

“Dulu ada patroli Satpol PP, tapi tidak setiap hari. Mereka bilang ini bukan wilayah pos mereka. Akhirnya, anak-anak itu datang lagi,” jelas Sa’id.

Meski ingin menegur, Sa’id mengaku mengurungkan niat karena keluarganya mengingatkan soal potensi bahaya menghadapi kelompok remaja yang membawa senjata tajam.

Author