INTERAKSI.CO, Banjarbaru – Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mengatasi persoalan genangan air di ruas Jalan Ahmad Yani terus ditunjukkan melalui langkah konkret bersama pemerintah pusat.

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru mengusulkan 10 titik prioritas penanganan drainase di sepanjang Jalan Ahmad Yani kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Selatan (BPJN Kalsel).

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, M Deny Pramudji, mengatakan seluruh titik yang diusulkan kini telah masuk tahap perencanaan oleh BPJN Kalsel. Bahkan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk penanganan drainase juga sedang dilakukan.

“Ada 10 titik yang kita usulkan yang memang semuanya sedang dilakukan perencanaannya oleh pihak BPJN Kalsel. Kemarin kami juga diundang untuk rapat terkait perencanaannya,” ujar Deny, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Gercep Tangani Genangan di Jalan Ahmad Yani, Tinjau Langsung Proses Perbaikan Drainase

Menurutnya, koordinasi antara Pemkot Banjarbaru dan BPJN Kalsel terus dilakukan guna memastikan sistem drainase yang akan dibangun dapat berfungsi secara optimal. BPJN Kalsel juga telah meminta masukan terkait arah aliran pembuangan saluran drainase yang direncanakan.

Deny menjelaskan, upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur jangka panjang, tetapi juga langkah-langkah sementara untuk mengurangi genangan yang kerap muncul saat hujan dengan intensitas tinggi.

Sebagai langkah awal, Dinas PUPR Banjarbaru bersama BPJN Kalsel telah melakukan pembersihan saluran drainase di sejumlah titik rawan genangan di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Adapun 10 titik yang diusulkan untuk penanganan drainase meliputi kawasan Jalan Ahmad Yani Km 19 di depan Makam Bodhi Karunia, Liang Anggang, yang dikenal masyarakat sebagai lokasi “genangan abadi”. Titik berikutnya berada di sisi seberang kawasan tersebut, yakni dari Toyota Auto 2000 hingga Indomaret.

Penanganan juga diusulkan pada ruas depan Jalan Karya Manuntung hingga Panti Wreda Budi Sejahtera, depan Jalan Sukamaju sampai Jalan Sukamara, depan Langgar Nurul Iman hingga Warung Bambu, serta depan Universitas Achmad Yani sampai kawasan Ketok Magic Blitar.

Untuk titik ketujuh, Dinas PUPR mengusulkan pembangunan drainase crossing dari depan Kantor BPKP. Sementara titik kedelapan berada di sepanjang Jalan Bina Murni, mulai dari depan BCA hingga kawasan depan KFC.

Dua titik lainnya berada di kawasan depan Museum Lambung Mangkurat atau Jalan Listrik 2 yang sempat terdampak banjir, serta bundaran dekat Kampus ULM.

Melalui usulan tersebut, Pemkot Banjarbaru berharap permasalahan genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di sejumlah titik Jalan Ahmad Yani dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Editor: Zulfikar

Author