INTERAKSI.CO, Kotabaru – Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di daerah.
Khusus di Kabupaten Kotabaru, panen raya jagung serentak kuartal I tahun 2026 digelar di RT 003 Desa Semisir, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kamis.
Kegiatan itu menjadi simbol kuat sinergi antara Polres Kotabaru, pemerintah daerah, dan kelompok tani Maju Bersama dalam mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Sementara panen dilakukan di lahan seluas dua hektare yang dikelola kelompok tani Maju Bersama dengan hasil panen mencapai sekitar tiga ton jagung bonggol.
Panen raya juga dihadiri Wakapolres Kotabaru Kompol Andi Ahmad Bustanil, didampingi para pejabat utama Polres Kotabaru, Kapolsek Pulau Laut Tengah Iptu Tri Wiibawa, perwakilan TNI, Bulog Kotabaru.
Selain itu hadir pula pihak Dinas Pertanian, para kepala desa se-Kecamatan Pulau Laut Tengah, tokoh masyarakat Desa Semisir, serta perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan, serta prosesi simbolis panen jagung sebagai tanda dimulainya Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026.
Momentum ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan.
Meski hasil panennya belum sepenuhnya maksimal akibat keterbatasan pengalaman sebagian anggota kelompok tani serta kondisi struktur lahan yang masih perlu pengembangan, kegiatan ini tetap dinilai sebagai langkah awal yang strategis.
Selanjutnya seluruh hasil panen jagung tersebut direncanakan akan diserap oleh Bulog Kotabaru guna mendukung ketersediaan dan stabilitas pangan di daerah.
Panen raya ini tidak hanya menjadi ajang panen bersama, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kerja kolaboratif dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui pendampingan berkelanjutan dan sinergi yang kuat, diharapkan produksi jagung di Kecamatan Pulau Laut Tengah terus meningkat dan berkontribusi nyata terhadap terwujudnya swasembada pangan pada tahun 2026.





