INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda terus diperkuat melalui dunia pendidikan. Salah satunya dilakukan SMAS PGRI 1 Banjarmasin yang menggelar kunjungan edukatif ke Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan melalui program Pembelajaran Berbasis Wisata, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini diikuti siswa kelas X dan XI, guru pendamping, serta mahasiswa. Dari pantauan di lapangan, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pengenalan budaya yang disampaikan narasumber dari Taman Budaya.

Tak hanya mendengarkan penjelasan, siswa juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung berbagai bentuk budaya lokal, mulai dari Tari Pantul, memainkan alat musik tradisional, hingga permainan khas daerah seperti Balogo.

Baca juga: SDIT Ar Rasyid Juara Umum FLS3N, O2SN, dan Pentas PAI se-Kecamatan Batulicin 2026

Kepala SMAS PGRI 1 Banjarmasin, Muhammad Fitri, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Kegiatan ini kami beri nama Pembelajaran Berbasis Wisata, sebuah program sekolah yang melaksanakan pembelajaran secara langsung. Wisata pertama yang kami pilih adalah wisata budaya dengan lokasi awal di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah memperkenalkan budaya lokal kepada siswa yang mungkin belum mereka dapatkan secara maksimal melalui pembelajaran teori di kelas.

Ia menambahkan, ke depan sekolah juga akan mengembangkan program serupa dengan tema lain seperti wisata sejarah, kemaritiman, hingga kewirausahaan.

Menariknya, sejumlah siswa mengaku baru pertama kali mengunjungi Taman Budaya. Salah satunya Afrida, yang mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut.

“Baru pertama kali berkunjung ke Taman Budaya dan ternyata tidak hanya diberi penjelasan, tapi juga praktik langsung. Itu yang membuat saya dan teman-teman sangat antusias,” katanya.

Selain seni tari dan musik, siswa juga diperkenalkan dengan benda budaya khas Banua seperti Tanggui, topi tradisional yang kini mulai jarang ditemui di masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak Taman Budaya juga memberikan reward berupa buku tentang budaya lokal Kalimantan Selatan kepada siswa yang berani tampil dan mencoba praktik secara langsung.

Guru Seni Budaya SMAS PGRI 1 Banjarmasin, M. Hafizh Muslim Sitorus, menyampaikan terima kasih kepada Taman Budaya atas dukungan dalam mengenalkan budaya daerah kepada siswa.

Ia berharap generasi muda saat ini tidak melupakan identitas budaya daerahnya sendiri.

“Kami berharap siswa zaman sekarang jangan sampai melupakan, apalagi tidak mengenal budaya lokal daerah sendiri,” ujarnya.

Author