INTERAKSI.CO, Kotabaru — Warga Desa Sekayu Baru, Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Hal itu mereka sampaikan saat menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Kalsel HM Syaripuddin, Kamis (14/5/2026).

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Sekayu Baru itu, persoalan jalan poros dan jaringan listrik menjadi keluhan utama masyarakat.

Kepala Desa Sekayu Baru, Lamsyah, mengatakan jalan poros sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut merupakan akses utama warga menuju kota. Namun hingga kini kondisinya masih memprihatinkan dan perbaikannya terkendala, karena sebagian ruas berada di wilayah Kalimantan Timur.

“Jalan itu akses utama masyarakat. Selama ini warga masih bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jalan tersebut berada di area lahan HTI dan melintasi wilayah administratif Kaltim sehingga penanganannya memerlukan koordinasi lintas daerah.

Selain jalan poros, warga juga menyampaikan berbagai kebutuhan lain seperti lampu PJU, fasilitas sekolah SD dan SMP, sarana tempat ibadah, perlengkapan PAUD, paving, ruang perpustakaan, toilet, musala, hingga kebutuhan jaringan telekomunikasi dan listrik.

Beberapa warga juga meminta bantuan alat habsyi, sound system, tower BTS, serta perluasan jaringan listrik PLN.

Menanggapi aspirasi tersebut, HM Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin langsung menyatakan kesiapannya membantu sejumlah kebutuhan masyarakat melalui dana pribadi, seperti alat habsyi dan sound system, buku iqra dan Al-Qur’an, buku Yasin, hingga mesin sedot air (jet pump).

Sementara untuk persoalan jaringan listrik dan penambahan tower BTS, ia mengaku akan berkoordinasi dengan pihak PLN dan Telkomsel.

“Kalau yang kecil-kecil masih bisa saya bantu secara pribadi. Tapi kalau membutuhkan anggaran besar tentu harus dikoordinasikan dengan pemerintah,” katanya.

Terkait persoalan jalan poros perbatasan, Bang Dhin berencana mendorong koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, agar penanganannya dapat segera menemukan solusi.

“Saya akan mengajak Pemda Kotabaru dan Pemerintah Kabupaten Paser duduk bersama mencari solusi terbaik supaya jalan ini bisa tertangani sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela

Author