INTERAKSI.CO, Batulicin – Polres Tanah Bumbu melaksanakan penyediaan infrastruktur dasar berupa pembangunan sumur bor secara serentak di wilayah pedesaan.
Agenda bertajuk Ground Breaking Bakti Sosial Pembangunan Sumur Bor ini dilaksanakan terintegrasi bersama jajaran Polda Kalimantan Selatan melalui konferensi video pada Rabu (17/6/2026).
Aksi kepedulian ini digelar khusus sebagai rangkaian menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Proyek sanitasi ini diarahkan untuk menjawab persoalan krusial warga pedesaan yang selama ini kerap didera keterbatasan akses air bersih yang layak konsumsi.
Baca juga: Gelar Nobar Piala Dunia, Polsek Mantewe Rangkul Pencinta Bola
Untuk wilayah hukum Polres Tanah Bumbu, pengerjaan sumur bor dikonsentrasikan pada dua titik strategis melalui kendali operasional Polsek Angsana dan Polsek Kusan Hulu.
Lokasi pertama bertempat di area Rukan Bhabinkamtibmas Desa Angsana, Kecamatan Angsana, yang diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan harian bagi sekitar 49 kepala keluarga.
Sementara itu, instalasi sumur bor kedua ditempatkan di kawasan pemukiman warga Desa Binawara, Kecamatan Kusan Hulu. Fasilitas di titik kedua ini ditargetkan menyasar dan memberikan manfaat langsung bagi setidaknya 12 kepala keluarga di lingkungan sekitar.
Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya mengonfirmasi bahwa Program Sumur Bor Polri Presisi ini didesain sebagai instrumen mitigasi bagi warga pedesaan saat menghadapi fluktuasi musim.
Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat tidak mengalami kekeringan ekstrem saat kemarau, sekaligus menjadi solusi substitusi saat musim penghujan ketika pasokan air sungai lokal berubah keruh.
“Program ini merupakan hasil sinergi nyata antara Polri, jajaran pemerintah desa, elemen masyarakat, hingga kontribusi pihak korporasi swasta yang ikut menyokong pendanaan sosial,” terang AKBP Arief Prasetya.
Di samping pembangunan fisik sumur bor, unit Bhabinkamtibmas dari kedua polsek tersebut juga mengintensifkan gerakan distribusi air bersih secara berkala menggunakan armada tangki. Distribusi ini untuk memberikan bantuan kedaruratan bagi kantong-kantong pemukiman yang berada di luar jangkauan pipa utama.
Melalui intervensi sosial kemasyarakatan ini, AKBP Arief berharap peran institusi kepolisian dapat kian dirasakan manfaatnya secara konkret.
Kehadiran personel tidak hanya dibatasi pada koridor pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak kesejahteraan warga.





