INTERAKSI CO, Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait penilaian pelayanan yang lamban di Puskesmas Simpang Empat baru-baru ini.
Sebagai bentuk tindak lanjut nyata, jajaran Dinkes menerjunkan tim untuk melakukan kunjungan pembinaan langsung ke lokasi pada Jumat (19/6/2026).
Agenda kunjungan tersebut diisi dengan dialog bersama manajemen dan tenaga medis puskesmas guna memetakan serta mengurai akar permasalahan yang dikeluhkan oleh warga.
Baca juga: Polres Tanah Bumbu Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 70 KK di Desa Segumbang
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, dr. Arman Jaya Rikki, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi di lapangan, perlambatan waktu tunggu dipicu oleh adanya lonjakan drastis jumlah kunjungan pasien yang mencapai kisaran 80 orang dalam satu waktu pelayanan.
“Kondisi lonjakan kunjungan yang cukup tinggi inilah yang memicu antrean panjang. Namun, kami memastikan seluruh pasien yang telah terdaftar pada hari tersebut tetap mendapatkan pelayanan medis hingga selesai,” terang dr. Arman Jaya Rikki.
Mengenai kebijakan pembatasan pendaftaran di waktu tertentu, dr. Arman menjelaskan hal itu terpaksa dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan pasien (patient safety). Pengaturan volume kunjungan bertujuan agar tenaga kesehatan di lapangan dapat memberikan diagnosis serta pemeriksaan secara cermat, aman, dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa terburu-buru.
”Bagi masyarakat yang belum sempat terdaftar pada hari tersebut, petugas di lapangan telah mengarahkannya untuk datang kembali pada keesokan harinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Arman menegaskan bahwa komunikasi yang humanis antara petugas medis dan pasien menjadi pilar utama yang harus terus diperbaiki. Untuk itu, seluruh pegawai puskesmas diwajibkan memperketat kepatuhan terhadap SOP operasional, sembari tetap memberikan hak keterbukaan informasi yang jelas kepada setiap pengunjung.
”Demi menjaga akuntabilitas pelayanan publik, Puskesmas Simpang Empat juga terus mengoptimalkan berbagai kanal pengaduan resmi. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan saluran komunikasi mulai dari kotak saran fisik, nomor interaktif WhatsApp, jejaring media sosial, situs web resmi, hingga platform terintegrasi SP4N-LAPOR jika menemukan kendala,” jelasnya.
Menutup keterangannya, dr. Arman berkomitmen akan terus menjalankan fungsi monitoring, pembinaan, dan evaluasi berkala ke seluruh fasilitas kesehatan di Bumi Bersujud. Segala bentuk kritik konstruktif dari publik diposisikan sebagai instrumen penting untuk memotivasi peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang responsif, profesional, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.





