INTERAKSI.CO, Batulicin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu terus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan.
Salah satu langkah terbarunya ditandai dengan peluncuran SP2D Online Terintegrasi SIPD RI Tahun 2026 yang dilaksanakan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Jumat (19/6/2026).
Implementasi sistem digital tersebut menjadi tonggak baru dalam pengelolaan keuangan daerah yang lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel.
Melalui integrasi antara Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) dan layanan perbankan, proses pencairan dana pemerintah daerah kini dapat dilakukan secara elektronik dengan pengawasan yang lebih baik.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Sekretaris Daerah Yulian Herawati mengatakan peluncuran SP2D Online merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, digitalisasi layanan keuangan daerah sejalan dengan Misi Ketujuh Kabupaten Tanah Bumbu, yakni membangun pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.
“Perkembangan teknologi menuntut pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan efisien. SP2D Online menjadi solusi untuk memangkas proses birokrasi, mengurangi potensi kesalahan administrasi, serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Yulian menambahkan, sistem yang terintegrasi ini tidak hanya mempermudah proses pencairan dana, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap setiap transaksi keuangan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tanah Bumbu juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel yang menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi digitalisasi pengelolaan keuangan daerah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Kalsel dinilai menjadi bukti keseriusan kedua pihak dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efektif, aman, dan berbasis teknologi.
Selain kesiapan sistem, Yulian menegaskan keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, seluruh pengelola keuangan daerah, bendahara, serta pejabat terkait di lingkungan pemerintah daerah diminta memahami mekanisme SP2D Online secara menyeluruh agar penerapannya berjalan optimal.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menyambut baik langkah Pemkab Tanah Bumbu yang menjadi salah satu daerah yang mengimplementasikan SP2D Online terintegrasi SIPD RI.
Menurutnya, digitalisasi transaksi keuangan daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat penerapan transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
“Digitalisasi ini akan membuat proses transaksi keuangan pemerintah menjadi lebih cepat, efisien, aman, dan terkontrol,” katanya.
Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Analis Digital Banking Bank Kalsel, M. Chairil Ramadhan. Dalam sesi tersebut dijelaskan mekanisme integrasi SP2D Online melalui SIPD RI dengan CMSP Bank Kalsel yang memungkinkan proses pencairan dana dilakukan secara elektronik dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi.
Melalui implementasi SP2D Online Terintegrasi SIPD RI, Pemkab Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat reformasi birokrasi dan mempercepat transformasi digital. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.





