INTERAKSI.CO – Legenda Manchester United, Wayne Rooney, mengkritik permainan Timnas Portugal setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Menurutnya, Portugal gagal memanfaatkan kemampuan Cristiano Ronaldo saat kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar.
Rooney menilai para pemain Portugal, terutama Bruno Fernandes, tidak memberikan suplai bola yang dibutuhkan Ronaldo sebagai ujung tombak.
“Jika Anda memainkan Cristiano Ronaldo, maka Anda harus memanfaatkannya. Bola seharusnya bisa dikirim ke kotak penalti, tetapi Bruno memilih tidak melakukannya,” kata Rooney saat menjadi komentator pertandingan.
Baca juga: Haaland Cetak Dua Gol, Norwegia Singkirkan Brasil dari Piala Dunia 2026
Menurut mantan kapten Timnas Inggris itu, Ronaldo masih memiliki kemampuan yang sangat berbahaya di dalam kotak penalti maupun dalam situasi bola mati.
“Jangan berikan bola kepadanya 30 yard dari gawang, karena itu bukan lagi kekuatan utamanya. Bawa bola ke kotak penalti, di sanalah dia masih sangat efektif,” ujarnya.
Rooney juga menyoroti penampilan Bruno Fernandes sepanjang turnamen. Gelandang Manchester United tersebut dinilai belum mampu menjalankan peran sebagai kreator serangan yang efektif untuk menghubungkan lini tengah dengan Ronaldo.
Akibat minimnya umpan matang ke area berbahaya, kapten Portugal itu kesulitan memperoleh peluang bersih sepanjang pertandingan melawan Spanyol.
Meski gagal mencetak gol, Rooney menilai Ronaldo tetap memberikan kontribusi positif bagi tim. Penyerang berusia 41 tahun itu disebut masih aktif membuka ruang, memenangkan pelanggaran, serta membantu membangun serangan.
Namun, menurut Rooney, kontribusi tersebut tidak diimbangi dukungan yang memadai dari rekan-rekannya sehingga Ronaldo kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya.
Kekalahan dari Spanyol sekaligus mengakhiri perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026. Hasil itu juga menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya menyatakan edisi 2026 menjadi turnamen terakhirnya.
Rooney menilai Portugal sebenarnya memiliki skuad bertabur bintang dengan pemain seperti Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, dan Rafael Leão. Namun, generasi emas tersebut dinilai belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk bersaing hingga fase akhir turnamen.





