INTERAKSI.CO, Banjarbaru — Sebanyak 26 dosen mengikuti Workshop Penulisan Buku Berbantuan AI yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bekerja sama dengan Penerbit Scripta Cendekia Banjarbaru.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026, di Ruang Einstein FMIPA ULM secara luring dan daring.

Narasumber pelatihan, Sainul Hermawan, memaparkan bahwa kecerdasan buatan (AI) kini dapat membantu hampir seluruh siklus penulisan buku.

Ia mengidentifikasi setidaknya tujuh fungsi AI dalam penulisan buku, yakni pemetaan ide dan penyusunan ragangan, penelusuran literatur, pengembangan konten atau co-writing, penyuntingan dan proofreading, penjagaan integritas penulisan, perancangan desain visual sampul, hingga persiapan naskah untuk penerbitan.

“AI berperan sebagai asisten di seluruh siklus menulis, dari ide sampai naskah siap terbit. Namun penulis tetap memegang kendali substansi dan keputusan akhir. Prinsipnya human-first,” ujar Sainul di hadapan peserta.

Meski banyak keterampilan teknis dan mekanis kini dapat diambil alih AI, Sainul menegaskan peran utama penulis justru naik ke level yang lebih tinggi dan tak tergantikan.

Menurutnya, penulis adalah pemilik gagasan dan visi, sumber otoritas keilmuan, kurator sekaligus pengambil keputusan atas output AI, penjamin kebenaran dan etika, serta pemberi suara dan konteks yang membuat buku hidup.

“AI itu seperti asisten juru ketik dan editor junior yang sangat cepat, tetapi arsiteknya tetap penulis. Peran penulis bergeser dari tukang mengetik menjadi sutradara dan penjamin mutu. Nama di sampul buku adalah nama penulis, bukan AI, sehingga tanggung jawab atas akurasi fakta, sitasi, dan orisinalitas sepenuhnya ada pada penulis,” tegasnya.

Ia menambahkan, justru di era AI kedalaman berpikir penulis makin menentukan kualitas buku. “Keterampilan mekanis kini setara bagi semua orang. Yang membedakan adalah keresahan intelektual, pengalaman riset, dan penguasaan disiplin ilmu yang tidak dimiliki AI,” katanya.

Workshop yang dikemas dalam 25 jam pelajaran (JP) ini mencakup materi regulasi dan anatomi buku, pemetaan outline berbasis AI, penelusuran literatur, teknik prompting, praktik curah gagasan, integritas penulisan, proofreading, perancangan sampul, hingga strategi penerbitan dan pengurusan ISBN.

Para peserta diminta membawa laptop dan draf buku yang telah atau sedang ditulis agar di akhir pelatihan naskah siap diterbitkan, baik dalam bentuk buku ajar, buku referensi, maupun monograf.

Author