INTERAKSI.CO, Batulicin – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Akhmad Rahman (15), remaja yang dilaporkan hilang diterkam buaya di Sungai Desa Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak utuh pada Senin (13/7/2026) siang pukul 12.35 Wita.

​Jasad korban ditemukan mengapung di aliran sungai, berjarak sekitar 7,5 kilometer dari lokasi kejadian awal. Petugas segera mengevakuasi korban menggunakan perahu karet menuju Puskesmas Karang Bintang untuk penanganan medis sebelum diserahkan ke rumah duka.

​Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Saat itu, korban tengah memancing sendirian di belakang IPA PDAM Desa Karang Bintang.

Baca juga: Asyik Mancing, Remaja 16 Tahun di Karang Bintang Diduga Diterkam dan Diseret Buaya

Berniat menangkap ikan secara langsung di area sungai yang surut, korban tiba-tiba disambar buaya dan diseret ke perairan dalam. Saksi mata bahkan sempat melihat buaya melintas dengan kondisi hanya bagian tangan korban yang muncul di permukaan air.

​Laporan yang diterima Unit Siaga SAR Batulicin pada malam hari langsung direspons dengan operasi pencarian berskala besar. Meski sempat terkendala arus sungai yang deras, penyisiran yang melibatkan TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Jhonlin Rescue, dan warga setempat ini membuahkan hasil pada pencarian hari kedua.

​”Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi pencarian dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban telah dievakuasi ke Puskesmas Karang Bintang untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, Senin (13/7/2026).

​Setelah proses evakuasi rampung, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan debriefing pada pukul 12.50 WITA untuk menyudahi pencarian.

​”Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” tambah I Putu Sudayana.

​Sembari menyampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga, Basarnas juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan penuh dan menghindari aktivitas berisiko di sepanjang aliran sungai yang menjadi habitat aktif satwa liar tersebut.

Editor: Zulfikar

Author