INTERAKSI.CO, Banjarmasin – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Grassroots Football Day 2026, Exco PSSI Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin, mengajak seluruh insan sepak bola di Kalimantan Selatan untuk menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama dalam setiap proses pembinaan.
Ajakan tersebut ditujukan kepada para pelatih, orang tua, akademi sepak bola, sekolah sepak bola (SSB), klub, hingga pengurus sepak bola di seluruh Kalimantan Selatan.
Menurut M. Syaripuddin, pembinaan sepak bola usia dini tidak semata-mata bertujuan mengejar kemenangan maupun gelar juara, tetapi lebih penting membangun karakter, menanamkan nilai sportivitas, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berakhlak.
“Anak-anak bermain untuk belajar, bukan belajar karena takut kalah atau takut berbuat salah. Lapangan sepak bola harus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan mendidik agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
Baca juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tundukkan Argentina 1-0 Lewat Gol Ferran Torres
Ia menegaskan pelatih dan orang tua memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan pengalaman bermain yang positif bagi anak. Menurutnya, tekanan berlebihan, tuntutan untuk selalu menang, maupun perilaku yang merendahkan anak justru dapat menghambat perkembangan mental serta mengurangi kecintaan mereka terhadap olahraga.
Sebagai bagian dari komitmen PSSI dalam membangun sepak bola dari akar rumput, M. Syaripuddin mengajak seluruh SSB dan klub di Kalimantan Selatan untuk menerapkan prinsip-prinsip perlindungan anak (child safeguarding), menjunjung tinggi nilai fair play, serta mengedepankan pembinaan yang berorientasi pada proses, bukan sekadar hasil pertandingan.
“Prestasi yang berkelanjutan lahir dari anak-anak yang bahagia bermain, bukan dari anak-anak yang tumbuh dalam tekanan. Ketika anak mencintai sepak bola, disiplin berlatih akan tumbuh dengan sendirinya, dan prestasi akan mengikuti,” katanya.
Momentum Hari Anak Nasional dan Grassroots Football Day 2026, lanjutnya, diharapkan menjadi pengingat bahwa masa depan sepak bola Indonesia dibangun dari kualitas pembinaan usia dini yang dilakukan saat ini.
Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi menciptakan ekosistem sepak bola yang inklusif, aman, sehat, dan ramah anak.
“Mari kita jaga senyum anak-anak di setiap lapangan sepak bola. Karena dari lapangan yang penuh kegembiraan hari ini, akan lahir pemain-pemain hebat dan generasi emas sepak bola Indonesia di masa depan,” tutupnya.





